ARGUENTA 2026 Meledak di Malang: Mahasiswa Hukum UWG Bongkar ‘Celah Hukum’ Lewat Kompetisi Nasional
Fakultas Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan taring akademiknya di tingkat nasional melalui gelaran ARGUENTA 2026
MALANG - Fakultas Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan taring akademiknya di tingkat nasional melalui gelaran ARGUENTA 2026 (Argumentasi dan Opini Hukum) yang sukses digelar pada Minggu (3/5/2026).
Mengusung tema provokatif “Cracks in the System: Menggugat Para Aktor yang Bersembunyi di Balik Celah Hukum” ajang ini menjadi panggung intelektual bergengsi bagi pelajar dan mahasiswa hukum dari berbagai daerah di Indonesia.
Diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UWG Malang, ARGUENTA 2026 hadir sebagai forum strategis untuk mengasah nalar kritis generasi muda dalam membedah persoalan hukum kontemporer, khususnya terkait praktik manipulasi aturan oleh pihak-pihak yang memanfaatkan kelemahan regulasi.
Kompetisi berlangsung secara hybrid, diawali dengan seleksi nasional berbasis daring melalui pengumpulan video debat serta karya tulis legal opinion, sebelum memasuki babak semifinal dan grand final yang digelar secara luring di Auditorium Kampus II UWG Malang, Jalan Borobudur No. 35.
Ketua Pelaksana Mochamad Iqbal Maldini menegaskan bahwa ARGUENTA 2026 bukan sekadar lomba, tetapi bentuk perlawanan intelektual terhadap praktik penyimpangan hukum yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa hukum tidak cukup hanya memahami pasal secara tekstual. Mereka harus mampu membedah, mengkritisi, dan menawarkan solusi atas praktik manipulasi hukum yang memanfaatkan celah regulasi,” tegas Iqbal.
ARGUENTA 2026 mempertandingkan dua cabang utama, yakni Law Debate Competition untuk siswa SMA/sederajat dan Legal Opinion Competition bagi mahasiswa hukum se-Indonesia. Kedua kategori tersebut dirancang untuk menguji ketajaman argumentasi lisan serta kedalaman analisis hukum tertulis peserta.
Atmosfer kompetisi berlangsung panas sejak semifinal hingga grand final. Para finalis ditantang menyampaikan argumentasi tajam mengenai berbagai isu hukum aktual, mulai dari penyalahgunaan kewenangan hingga eksploitasi celah regulasi dalam sistem hukum modern.
Kualitas kompetisi semakin terjaga dengan hadirnya jajaran dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi hukum ternama. Pada kategori Law Debate Competition, penilaian dilakukan oleh M. Ramadhana Alfaris, M.Si., M.H., Dr. Lukman Hakim, S.H., M.Hum., dan Dr. Sulthon Miladiyanto, S.H., M.H. Sementara kategori Legal Opinion Competition dinilai oleh Abdul Rohman, S.H., M.H. serta Didik Lestariyono, S.H., M.H.
Pada kategori Law Debate Competition, dominasi ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri 1 Tumpang. Tim Vidya A sukses keluar sebagai Juara 1, disusul Vidya B sebagai Juara 2, sementara Tim Kosayu dari SMAK Kolese Santo Yusup meraih Juara 3.
Sementara di kategori Legal Opinion Competition, persaingan ketat antar mahasiswa hukum kampus elite nasional menghasilkan kemenangan bagi Tim Absolusi dari Universitas Brawijaya sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Tim Sajipto Rahardjo dari Universitas Brawijaya, sedangkan Juara 3 ditempati Tim Hugos dari Universitas Padjadjaran.
Kesuksesan ARGUENTA 2026 menegaskan posisi UWG Malang sebagai salah satu kampus yang aktif mendorong lahirnya generasi hukum progresif dan kritis di Indonesia.
Panitia berharap, melalui ajang ini akan lahir calon-calon penegak hukum muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dalam memperjuangkan keadilan.
“ARGUENTA 2026 membuktikan bahwa mahasiswa bukan sekadar pengamat, tetapi aktor strategis dalam mengawal reformasi sistem hukum Indonesia,” tutup panitia. (*)
Apa Reaksi Anda?