Angin Kencang Menerpa Airlangga Hartanto, dari Dugaan Korupsi hingga Dikudeta dari Ketum Golkar

Nama Airlangga Hartanto akhir-akhir ini jadi pembicara publik. Itu karena, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu diterpa angin kencang. Mulai ...

Juli 25, 2023 - 14:40
Angin Kencang Menerpa Airlangga Hartanto, dari Dugaan Korupsi hingga Dikudeta dari Ketum Golkar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Nama Airlangga Hartanto akhir-akhir ini jadi pembicara publik. Itu karena, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu diterpa angin kencang. Mulai dari dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), hingga isu kudata atas dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Diperiksa Selama Selama 12 Jam

Senin (24/7/2023), Kejaksaan Agung memeriksa Airlangga Hartarto selama 12 jam terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah tersebut.

Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung, Kutandi mengatakan, Airlangga diperiksa selaku perannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Ia menyampaikan, menteri Presiden Jokowi (Joko Widodo) itu setidaknya menjawab 46 pertanyaan penyidik selama proses pemeriksaan. "Ini merupakan pemeriksaan pengembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi ekspor CPO tahun 2022," ujar Kuntadi kepada awak media.

Apa saja keterlibatan Airlangga Hartanto? Ia mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan banyak soal kasus tersebut. Saat ini, kata dia, masih terlalu dini untuk menyatakan keterlibatan Airlangga dalam kasus dugaan korupsi ini.

"Kami (masih) dalami. Sepanjangan ada alat buktinya dan memang harus kami dalami, pasti kami dalami. Saya rasa masih sangat prematur untuk menyatakan keterlibatan dan sebagainya dalam kasus ini," katanya.

Usai proses pemeriksaan, Airlangga juga tak bicara banyak. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya sudah menyampaikan informasi yang sebaik-baiknya kepada Jaksa. "Saya menjawab 46 pertanyaan. Dan saya sudah menjawab sebaik-baiknya," kata Airlangga.

Dalam kasus ini, Kejagung sendiri sudah menetapkan tiga perusahaan yakni Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group sebagai tersangka kasus dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah.

Isu Kudeta Kursi Ketum Golkar

Tak hanya soal dugaan korupsi, posisi Airlangga Hartanto sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar akan dikudeta juga mencuat. Suara yang nyaring di publik, Munaslub Golkar akan segera digelar dan melengserkan Airlangga Hartanto tersebut.

Terbaru, muncul poster yang memuat pesan dukungan dari KNPI untuk Ketua Dewan Penasehat Golkar Luhut Binsar Panjaitan menggantikan Airlangga Hartanto. Tak hanya itu saja, tokoh senior juga mewacanakan untuk menjadikan Luhut Binsar Panjaitan dan Bambang Soesatyo sebagai Ketum Golkar yang baru.

Airlangga Hartanto pun menjawab soal isu kudeta tersebut. Menurutnya, hal itu tidak akan pernah terjadi. "Gak ada (Munaslub), agendanya bukan itu. Tidak ada (kudeta), tidak ada," katanya kepada wartawan Senin (10/7/2023).

Ia pun kembali menegaskan hal itu pada saat memberikan keterangan resminya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (13/7/2023). Kata dia, tidak akan ada Munaslub yang digelar oleh Partai Golkar dengan agenda mengkudeta posisinya sebagai ketum.

"Kita sudah Rakernas dan itu selesai, mekanismenya selesai. Tidak ada (Munaslub), tidak ada," tegas Airlangga Hartanto.

Diketahui, Partai Golkar sudah menggelar Rakernas pada Senin (5/6/2023). Salah satu hasilnya adalah, menetapkan Airlangga Hartanto sebagai Capres 2024 dari partai tersebut.

Luhut Binsar Panjaitan juga sudah merespon soal isu kudeta posisi Airlangga Hartanto dan digantikan oleh dirinya sebagai Ketum Golkar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi itu, masyarakat bisa melihat soal itu dikemudian hari. "Kita lihat sajalah. Saya itu gak terlalu ngurusin (isu kudeta) itu kok," ujar Luhut di Menara Danareksa, Jakarta, Senin (24/7/2023). (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow