Anggun Berkebaya, Tangguh di Pompa: Potret Kartini di SPBU Yos Sudarso Palangka Raya

Meski mengenakan pakaian adat yang identik dengan keanggunan, para perempuan tangguh ini tetap lincah melayani pelanggan, membuktikan bahwa semangat emansipasi tidak terhalang oleh jenis pekerjaan.

April 21, 2026 - 19:32
Anggun Berkebaya, Tangguh di Pompa: Potret Kartini di SPBU Yos Sudarso Palangka Raya

PALANGKA RAYA - Ada pemandangan berbeda bagi pengendara yang mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, Selasa (21/4/2026).

Di tengah deru mesin, para operator perempuan tampil memikat dengan balutan kebaya dan kain batik khas nusantara. ‎Aksi ini merupakan cara unik manajemen SPBU Yos Sudarso memperingati Hari Kartini.

Meski mengenakan pakaian adat yang identik dengan keanggunan, para perempuan tangguh ini tetap lincah melayani pelanggan, membuktikan bahwa semangat emansipasi tidak terhalang oleh jenis pekerjaan.

‎Pengawas SPBU Yos Sudarso, Martina Teresia Juwita, mengungkapkan bahwa mengenakan kostum tematik sudah menjadi tradisi di tempatnya bekerja. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memberikan warna baru dalam pelayanan publik.

SPBU Yos Sudarso - 2

‎"Kami ingin tampil beda. Di setiap momen besar, kami selalu menggunakan kostum khusus. Hari ini spesial untuk Kartini, kami mengenakan kebaya," ujar Martina kepada TIMES Indonesia.

‎Baginya, bekerja dengan kebaya di area SPBU memberikan rasa bangga tersendiri. "Rasanya asyik saja. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak takut panas. Menjadi operator adalah bukti bahwa perempuan punya kapasitas yang sama dengan laki-laki," tegasnya.

‎Kehadiran para "Kartini" di SPBU ini rupanya memberikan kesan positif bagi para pelanggan. David, salah seorang warga yang sedang mengisi BBM, mengaku terkejut sekaligus kagum dengan dedikasi para petugas hari ini.

‎"Jujur, tadi sempat pangling. Bagus sekali ya, kreatif. Biasanya kan seragamnya standar, tapi hari ini suasananya jadi lebih ramah dan sejuk dengan kebaya," ujar David saat ditemui di lokasi.

‎Menurut David, apa yang dilakukan petugas SPBU Yos Sudarso merupakan bentuk penghormatan budaya yang sangat relevan.

"Melihat mereka tetap sigap bekerja meski pakai baju adat itu luar biasa. Ini bukti nyata kalau semangat Kartini itu memang soal kerja keras di bidang apa pun, termasuk pelayanan publik seperti ini," tambahnya.

‎Meski tampil anggun, faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama. Martina menjelaskan bahwa manajemen tetap mewajibkan standar keselamatan tinggi bagi seluruh kru.

‎"Di balik kebaya ini, kami tetap menggunakan safety shoes (sepatu pengaman). Jadi, pakaian adat tidak menjadi halangan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan aman kepada masyarakat," jelas Martina.

SPBU Yos Sudarso - 1

‎Langkah yang dilakukan SPBU Yos Sudarso ini mendapat apresiasi dari pengguna jalan.  ‎Selain menyegarkan pandangan, hal ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan perjuangan RA Kartini yang diaplikasikan dalam etos kerja masa kini.

‎Ke depan, Martina membocorkan bahwa aksi serupa akan terus berlanjut pada momen-momen nasional lainnya, termasuk Hari Pendidikan Nasional yang akan datang.

‎Hal ini mempertegas posisi SPBU Yos Sudarso bukan sekadar tempat pengisian bahan bakar, tetapi juga ruang kreatif yang merawat nilai-nilai budaya dan nasionalisme di Kota Cantik Palangka Raya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow