Al Izzah Gelar International Youth Muslim Competition Menuju GREAT 2045, Diikuti Negara Asean
Mahad Al Izzah Internasional Islamic Boarding School Kota Batu menegaskan langkahnya menuju panggung pendidikan global melalui penyelenggaraan International Youth Muslim Competition 2026.
BATU - Mahad Al Izzah Internasional Islamic Boarding School Kota Batu menegaskan langkahnya menuju panggung pendidikan global melalui penyelenggaraan International Youth Muslim Competition 2026, ajang yang memadukan kompetisi dan forum kepemudaan Islam internasional dengan melibatkan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan 20 Tahun Al Izzah Mengabdi (2006-2026) tersebut tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya, gagasan pendidikan, serta penguatan jejaring antar lembaga pendidikan Islam dunia.
Direktur Humas Ma’had Al Izzah, Ustaz Aziz Effendy, mengatakan penyelenggaraan IYMC menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Al Izzah menuju visi besar GREAT 2045 dengan semangat Mandiri, Berpengaruh, Mendunia.
"Alhamdulillah, tahun ini Ma’had Al Izzah mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat. Seluruh kegiatan selama periode 2025-2026 kami dedikasikan untuk memperingati 20 tahun pengabdian Al Izzah sejak berdiri pada tahun 2006," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurut Aziz, sebelumnya Al Izzah telah menggelar berbagai agenda besar, mulai Festival Remaja Salehah, jalan sehat yang diikuti sekitar 5.000 hingga 7.000 peserta, hingga festival basket santri internasional yang menghadirkan puluhan boarding school terbaik dari Indonesia.
"Dan kali ini kami menggelar International Youth Muslim Competition yang bergengsi dengan mengundang negara-negara ASEAN. Mereka bisa saling berbagi pengalaman pendidikan, memperkuat jejaring internasional, dan bersama-sama membangun masa depan pendidikan Islam," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi gerbang awal menuju cita-cita besar Al Izzah dalam membangun lembaga pendidikan berkelas dunia.
"Tujuannya agar Al Izzah menjadi lembaga pendidikan yang memiliki tiga visi utama, yakni mandiri, berpengaruh, dan mendunia. Ini adalah pintu gerbang menuju panggung global untuk negeri tercinta Indonesia menuju GREAT 2045," harapnya.
Konsep GREAT 2045 menjadi arah strategis pengembangan Ma’had Al Izzah menuju lembaga pendidikan Islam berkelas dunia. Huruf G (Global & Trustworthy Reputation) menegaskan komitmen Al Izzah untuk meraih prestasi tingkat internasional sehingga diakui sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan terpercaya.
R (Reinforce Financial Independence) diwujudkan melalui pengembangan berbagai unit usaha sebagai penopang kemandirian pendanaan pendidikan yang tidak hanya bergantung pada biaya dari orang tua santri.
Selanjutnya, E (Excellence Academic Program) difokuskan pada penyelenggaraan program-program unggulan di bidang akademik, kepengasuhan, pengembangan kepemimpinan, olimpiade, serta tahfidz Al-Qur’an.
A (Al-Qur’an Based Leadership) menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an, sunnah, dan syariat Islam sebagai fondasi utama dalam membentuk budaya ma’had dan mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter Islami.
Adapun T (Transformative Governance and Human Development) diarahkan untuk memperkuat kepercayaan publik melalui tata kelola lembaga yang profesional serta pengembangan sumber daya manusia berbasis kader dengan semangat pengabdian sebagai landasan utama.
Dalam pelaksanaannya, International Youth Muslim Competition menghadirkan tiga kategori utama perlombaan. Kategori Public Speaking meliputi Storytelling, Speech, Taqdimul Qissoh, dan Khitobah. Kategori Al-Qur’an terdiri atas Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Tilawati Quran, serta Kaligrafi. Sedangkan kategori olahraga mempertandingkan cabang bola basket.
Selain kompetisi, seluruh delegasi juga menampilkan pertunjukan budaya dari negara masing-masing. Para peserta turut mengikuti International Student Organization Forum, forum yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai budaya, tantangan pendidikan, serta peluang kolaborasi internasional.
"Kegiatan yang mulai digelar secara rutin sejak 2023 tersebut terus berkembang setiap tahun dan pada 2026 menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan dua dekade pengabdian Al Izzah," bebernya kembali.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai lembaga pendidikan Islam di kawasan ASEAN, di antaranya Norol Iman Chroy Metrey High School (Kamboja), Bestari Integrated Islamic School (Malaysia), Maahad Ahmadi Negeri Sembilan (Malaysia), Darul Uloom School (Thailand), Daarul Maaref School Foundation (Thailand), Muslimsuksa School (Thailand), Samakkee Islam Wittaya School (Thailand) serta sejumlah sekolah lainnya.
Aziz menjelaskan, para delegasi internasional telah tiba sejak 6 Juni 2026 dan menginap di guest house maupun asrama yang telah disiapkan panitia. Selama berada di Kota Batu, peserta juga diajak mengenal potensi daerah melalui berbagai kegiatan wisata dan edukasi.
"Mereka sudah kami ajak menikmati sejumlah destinasi, termasuk wisata paralayang. Tadi malam juga digelar Youth Muslim Forum, di mana masing-masing negara mempresentasikan budaya, tantangan pendidikan, dan berbagai pengalaman yang mereka miliki," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Al Izzah menghadirkan forum pendidikan internasional yang melibatkan berbagai negara.
"Al Izzah merupakan boarding school yang mampu membanggakan Kota Batu. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan International Youth Muslim Competition 2026 yang diikuti delegasi dari beberapa negara ASEAN," katanya.
Menurut dia, kehadiran peserta internasional memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dunia pendidikan di Kota Batu sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarnegara.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, mendapatkan ridho Allah SWT, dan mampu melahirkan kerja sama pendidikan yang berkelanjutan antar negara," ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang karena memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan, pariwisata, hingga perekonomian daerah.
"Harapan kami kegiatan ini terus langgeng dan berkelanjutan. Kota Batu merupakan kota wisata yang terus berkembang. Kehadiran peserta internasional tentu menjadi sarana promosi yang baik sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Batu," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?