Akui Manfaat, Warga Banyuwangi Berterima Kasih kepada Pabrik Gula Glenmore
Keberadaan PG Glenmore Banyuwangi dinilai mampu mendorong ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, dan menjaga kondusivitas investasi demi mendukung swasembada gula nasional 2028.
BANYUWANGI - Keberadaan Pabrik Gula (PG) Glenmore, Banyuwangi, di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) menuai apresiasi tinggi dari masyarakat Bumi Blambangan. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendengarkan sekaligus mengakomodir aspirasi warga, sehingga berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi lokal dan percepatan pembangunan daerah.
Tokoh peduli pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan Banyuwangi, Moch. Taufan secara terbuka menyampaikan terima kasih kepada manajemen PG Glenmore dan pihak perkebunan. Hal ini didasari atas konsistensi perusahaan dalam merealisasikan tuntutan warga sejak aksi demo akbar pada 30 April 2025 silam.
Apresiasi tersebut juga dia tujukan kepada manajemen MKSO Kebun Kalitelepak dan MKSO Kebun Banyuwangi Raya.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi sikap bijaksana manajemen PG Glenmore dan MKSO yang selalu terbuka, tidak anti-kritik, serta terus berbenah demi kemajuan perusahaan dan pemberdayaan masyarakat sekitar," ujar pria yang akrab disapa Ivan tersebut, Jumat (29/5/2026).
Ivan yang merupakan orator sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap) aksi massa tahun lalu itu menegaskan, dirinya siap pasang badan demi menjaga kelancaran investasi di Banyuwangi. Langkah ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kondusivitas iklim investasi demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
"Sebagai bagian dari masyarakat, kami akan bersatu padu bersama-sama menjaga kondusivitas iklim investasi di Banyuwangi, khususnya di wilayah Kecamatan Glenmore dan Kalibaru," tegas Ivan.
Tingginya manfaat keberadaan PG Glenmore dan kebun MKSO ini turut diamini oleh Komunitas Kalibaru Glenmore (Kagem). Yang beranggotakan para Kades, pengusaha serta tokoh masyarakat diwilayah Kecamatan Glenmore dan Kalibaru. Komunitas Kagem juga menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi bersama jajaran Forpimka Glenmore dan Kalibaru, dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Ketua Komunitas Kagem, Rojikin menyebut kehadiran pabrik gula ini telah menjadi salah satu sendi utama perekonomian masyarakat. Penyerapan tenaga kerja lokal berjalan sangat masif, baik di internal manajemen maupun saat musim panen raya tebu tiba.
"Terutama saat panen raya tebu, masyarakat di desa kami dan masyarakat Glenmore pada umumnya bisa ikut bekerja. Itu sangat membantu menambah pemasukan ekonomi warga," tutur Rojikin yang juga menjabat sebagai Kades Sepanjang, Kecamatan Glenmore.
Selain sektor tenaga kerja kebun, warga sekitar sebenarnya memiliki peluang tinggi untuk menjadi pemain utama dalam penyediaan armada angkut tebu. Namun, dalam lelang terbuka yang digelar PT SGN, belum ada warga lokal yang ikut mendaftar sebagai peserta tender.
"Panen raya tebu ini, telah dilakukan lelang tender terbuka dengan mengundang ratusan vendor dari seluruh Indonesia, dalam proses tersebut telah dimenangkan oleh PT Fajar. Dalam proses lelang, sepertinya tidak ada peserta dari warga sekitar,” beber Rojikin.
“Namun yang patut diapresiasi, PT Fajar banyak mengakomodir aspirasi warga sekitar sehingga bisa tetap mendapat manfaat. PT Fajar juga punya kantor perwakilan di Kalibaru, dan karyawan PT Fajar juga didominasi warga sekitar,” imbuhnya.
Rojikin bersyukur manajemen perkebunan dan PG Glenmore selalu mengedepankan pelibatan masyarakat serta aktif berkoordinasi dengan seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan.
Sementara itu, Kades Tegalharjo sekaligus Penasehat Komunitas Kagem, Andre Tri Waluyo menggarisbawahi pentingnya jajaran Direksi PT SGN untuk tidak mudah percaya terhadap isu miring yang sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu yang mengaku sebagai tokoh atau perwakilan kelompok.
Jika informasi atau laporan yang masuk dinilai kurang berdasar, diharapkan untuk diabaikan saja. Alias tidak perlu direspon berlebihan. Terlebih diera digital saat ini, memang banyak berseliweran postingan medsos yang berisikan ujaran kebencian dan hoaks.
Untuk itu, dia meminta jajaran direksi untuk bisa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada kalangan Kades atau tokoh masyarakat di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru, setiap kali menerima aduan atau laporan. Tujuannya hanya satu, agar tidak termakan informasi sepihak.
"Jangan sampai Direksi PT SGN langsung menerima laporan mentah-mentah. Kasihan jajaran manajemen yang di bawah, apalagi jika laporan itu tidak sesuai fakta. Jangan sampai laporan tersebut hanya demi keuntungan oknum atau kelompok tertentu yang justru merugikan masyarakat luas," katanya.
Dia pun menegaskan bahwa masyarakat di sekitar wilayah operasional PG Glenmore dan kebun MKSO saat ini dalam kondisi yang sangat kondusif tanpa ada kegaduhan. Pihaknya juga berkomitmen penuh mendukung program strategis pemerintah pusat, khususnya Swasembada Gula Nasional 2028.
"Dengan keberadaan PG Glenmore dan kebun MKSO, kami ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah. Kehadiran mereka sangat bermanfaat, masyarakat kami terberdayakan, dan ekonomi lokal ikut tumbuh," tandas Andre.
Tak berhenti disitu, Komunitas Kagem juga mengaku sangat mendukung pembangunan Pabrik Bioetanol Glenmore. Proyek Strategis Nasional tersebut merupakan hasil kerja sama PT SGN dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Pabrik ini resmi dimulai pembangunannya (groundbreaking) pada Februari 2026 dan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan swasembada energi nasional. (*)
Apa Reaksi Anda?