69 Dapur SPPG Aktif di Bondowoso, Serap 3.100 Tenaga Kerja untuk Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan perkembangan signifikan.

April 8, 2026 - 17:05
69 Dapur SPPG Aktif di Bondowoso, Serap  3.100 Tenaga Kerja untuk Program MBG

BONDOWOSO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal April 2026, sebanyak 69 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat.

Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 75 dapur yang telah rampung dibangun di berbagai wilayah. Namun, enam dapur lainnya masih belum difungsikan karena menunggu ketersediaan anggaran operasional.

“Dari total yang sudah selesai, saat ini 69 dapur sudah berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Tak hanya memperluas jangkauan layanan gizi, keberadaan dapur-dapur ini juga berdampak besar pada penyerapan tenaga kerja. Tercatat sekitar 3.100 orang telah terlibat sebagai relawan maupun pekerja di berbagai dapur SPPG yang tersebar di Bondowoso.

“Salah satu dapur terbaru yang segera beroperasi adalah SPPG Kademangan 3, yang berlokasi di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Dapur ini menjadi contoh tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam program tersebut,” katanya. 

Owner SPPG Kademangan 3, Ali Hasan Mun’im, menyebutkan bahwa jumlah pendaftar mencapai 1.283 orang. Mereka mendaftar untuk berbagai posisi, mulai dari tim persiapan, pengolahan makanan, pemorsian, kebersihan, hingga sopir dan petugas keamanan.

“Antusiasmenya sangat tinggi. Tapi tentu kami seleksi sesuai kebutuhan dan kualifikasi,” katanya.

Beberapa posisi memang mensyaratkan keahlian khusus, seperti sopir yang wajib memiliki SIM A, serta tenaga profesional seperti ahli gizi, akuntan, dan petugas keamanan.

Dari ribuan pendaftar tersebut, hanya sekitar 50 orang yang akhirnya diterima untuk mengisi kebutuhan operasional dapur. Sementara itu, posisi kepala SPPG ditentukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ali juga memastikan seluruh pekerja mendapatkan jaminan perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, yang iurannya dibayarkan langsung oleh BGN.

“Semua pekerja wajib terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, pembayarannya difasilitasi melalui virtual account oleh BGN,” jelasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow