Zona Integritas UB sebagai Transform Mindset Melayani dengan Baik
Universitas Brawijaya (UB) semakin memperkuat posisinya sebagai kampus yang memiliki Zona Integritas (ZI) di seluruh layanan unit kerja.
MALANG - Universitas Brawijaya (UB) semakin memperkuat posisinya sebagai kampus yang memiliki Zona Integritas (ZI) di seluruh layanan unit kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan tata kelola kampus yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo menyampaikan bahwa langkah ini bukan sekadar sebagai simbol belaka, tetapi sebagai transform mindset sivitas akademika UB terkait tata kelola birokrasi yang harus adaptif dan mengikuti perkembangan zaman.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita transform mindset untuk melayani dengan baik, bersih, dan harus terimplementasi dalam kegiatan sehari-hari,” ujarnya pada Jumat (22/5/2026).
Sementara itu, Ketua Satuan Reformasi Birokrasi, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo,S.H., M.Hum menjelaskan bahwa pembangunan ZI di UB sudah dari 2023 silam. Lanjutnya, terdapat dua dimensi yang dikerjakan. Pertama adalah berkaitan dengan tata kelola internal dan tata kelola UB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ada dua dimensi yang dikerjakan, pertama soal perubahan tata kelola internal, bagaimana UB bisa melakukan pelayanan secara prima dan bersih,” tambahnya.
Kedua adalah terkait transformasi budaya kerja sivitas akademika UB. Ngesti menyebut bahwa kunci dalam pembangunan zona integritas ini terletak pada integritas dan kompetensi. Untuk itu, perubahan budaya kerja tersebut harus masuk ke setiap lini perguruan tinggi, termasuk dosen dan tenaga kependidikan.
Dalam menjaga semangat budaya kerja UB yaitu “berintegritas dan berkomitmen”, Ngesti menjelaskan langkah ini diarahkan untuk mendukung konsep kampus berdampak, dimana UB dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat.
Meskipun sudah tiga tahun berjalan, Ngesti mengakui masih ada hal-hal yang memang perlu dibenahi. Akan tetapi, secara keseluruhan pelaksanaan ZI berjalan lancar dan UB siap menuju pengembangan tata kelola dan perubahan reformasi birokrasi yang lebih baik. Ia juga menambahkan bahwa Unit Layanan Terpadu dan Pusat Layanan Terpadu sudah terintegrasi.
“Ini menjadi komitmen dari layanan prima UB sekaligus transformasi komitmen budaya kerja di UB,” tambahnya.
Ngesti menambahkan, pada 2025, salah satu fakultas di UB yakni Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang saat ini sudah berganti nama menjadi FTAB berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PANRB.
“FTAB jadi kampus pertama di Indonesia yang menyandang predikat WBBM, dan kami akan terus mendorong seluruh unit UB ke arah sana nantinya,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?