Yosep Umar Kembali Pimpin DMI Cianjur, Fokus Revitalisasi Ekonomi Berbasis Masjid
Struktur organisasi DMI Cianjur diharapkan mampu menjadi pelindung moral yang memberikan dampak positif bagi kemaslahatan warga di Tatar Santri.
CIANJUR - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Cianjur baru saja menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda) ke-III yang menekankan pada penguatan fungsi masjid.
Pertemuan ini memproyeksikan rumah ibadah bukan sekadar tempat ritual, melainkan juga pilar pembinaan moral dan penggerak ekonomi jemaat.
Dalam forum yang berjalan dengan suasana kekeluargaan tersebut, KH Yosep Umar kembali dipercaya menakhodai DMI Kabupaten Cianjur untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Keputusan ini diambil secara aklamasi oleh seluruh peserta musyawarah yang hadir.
Sekretaris Wilayah PW DMI Jawa Barat, H. Lutfi Hermawansyah, berharap momentum Musda ini menjadi pijakan agar organisasi semakin progresif dalam mendukung pembangunan di daerah.
"DMI memiliki peran sentral karena bersinggungan langsung dengan denyut nadi sosial masyarakat melalui keberadaan masjid," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Jumat (15/6/2026).
Menurut pandangan Lutfi, bahwa struktur organisasi DMI ini harus mampu menjadi pelindung moral yang memberikan dampak positif bagi kemaslahatan warga di Tatar Santri.
"DMI bukan hanya organisasi biasa, tetapi organisasi yang dekat dengan umat melalui masjid. Karena itu harus hadir sebagai benteng moral masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan warga," ungkapnya.
Lutfi turut menyoroti pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke level akar rumput, mulai dari desa hingga pelosok kampung.
Sinergi yang kuat diharapkan memudahkan distribusi program kerja sehingga manfaatnya dapat menyentuh masyarakat luas secara merata.
Selain pembenahan internal, PW DMI Jawa Barat mendorong lahirnya inovasi dalam manajemen organisasi.
Fokus utama yang ditekankan meliputi transformasi pola dakwah, sektor pendidikan, serta pengembangan ekonomi umat yang berpusat di lingkungan masjid.
Menanggapi amanah tersebut, Ketua Terpilih DMI Kabupaten Cianjur, K.H. Yosep Umar, menyatakan kesiapannya menjalankan mandat untuk periode kedua.
"Saya berkomitmen membawa pembaruan pada struktur organisasi, terutama dengan membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan perempuan dan kaum muda," tuturnya.
Langkah ini diambil karena generasi milenial dan Gen Z dipandang sebagai pilar utama dalam merancang masa depan umat melalui aktivitas di masjid.
"Kami ingin kepengurusan ke depan lebih terbuka, lebih dinamis, dan melibatkan unsur generasi muda serta perempuan agar DMI semakin kuat dalam membangun umat dan bangsa," ucap Yosep.
Mengenai rincian langkah strategis organisasi, Yosep menjelaskan bahwa hal tersebut akan dimatangkan dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang.
Namun, ia sudah mengantongi beberapa agenda prioritas yang akan langsung digulirkan oleh jajaran pengurus baru.
Salah satu terobosan yang diunggulkan adalah inisiasi Gerai Barokah Masjid. Konsep ini bertujuan mentransformasi masjid menjadi pusat pelayanan publik yang mampu menyediakan berbagai kebutuhan dasar bagi para jemaatnya.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi, wadah integrasi sosial, serta ruang edukasi keislaman bagi generasi penerus.
"Masjid harus menjadi pusat kehidupan umat. Bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat masyarakat mendapatkan manfaat sosial, ekonomi, pendidikan, dan pembinaan," tegasnya.
DMI Cianjur juga berencana mengintegrasikan pola dakwah dari tingkat kabupaten hingga ke unit terkecil di tingkat ranting.
Konsistensi gerakan ini diperlukan agar seluruh pengurus memiliki visi seragam dalam menjawab berbagai dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Lebih jauh pelaksanaan Musda III ini secara keseluruhan mencerminkan semangat solidaritas di antara para pengelola masjid.
Ada kesepahaman kolektif bahwa DMI harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan jati diri masjid sebagai pusat peradaban dan dakwah Islam. (*)
Apa Reaksi Anda?