Wisatawan Semakin Meningkat, Kolaborasi Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan Bersama ABM Perkuat Layanan Hospitality
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kampoeng Heritage Kajoetangan (KJT) mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
MALANG - Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kampoeng Heritage Kajoetangan (KJT) mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan hospitality dan tata saji kepada para penyedia kuliner (UMKM) yang selama ini menjadi bagian dari paket kunjungan wisata di KJT pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh tim pengabdian STIE Malangkuçeçwara (Kampus ABM) yang diketuai oleh Dr. Setiyawan sebagai fasilitator.
Koordinator UMKM Kampoeng Heritage Kajoetangan, Nikmatur Rohmah menjelaskan bahwa pelatihan ini memang menyasar ibu-ibu penyedia makanan di KJT untuk belajar mengenai service tamu, seperti menata makanan, memberikan pelayanan, hingga menyambut sampai kepulangan tamu, termasuk juga melayani welcome drink atau snack.
“Basicnya kan rumah tangga, kita belajar menata atau service tamu dengan layak,” ujarnya.
Tidak hanya secara teori saja, lebih lanjut Nikmatur berharap bahwa ilmu ini benar-benar diserap untuk bisa segera dipraktikkan, supaya pengunjung KJT dapat menikmati layanan dan kualitas kuliner yang ada.
Dalam pelatihan ini turut melibatkan chef profesional, Rizza, untuk memberikan materi secara langsung kepada peserta. Menurutnya, para peserta sudah memiliki basic yang bagus terkait pelayanan.
“Sebenarnya ibu-ibu KJT ini sudah memiliki basic yang bagus, saya hanya memoles dengan mengajarkan mereka secara prosedural,” imbuhnya.
Ia pun terkesan dengan semangat para peserta. Chef Rizza mengajarkan tentang product knowledge, bagaimana cara penjamuan tamu, hingga penyajian makanan.
“Tadi mereka lebih banyak konsultasi tentang welcome drink dan welcome snack, seru sih semangat belajarnya tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, ketua tim pengabdian STIE Malangkuçeçwara sekaligus pendamping KJT, Dr. Setiyawan menjelaskan bahwa banyaknya kunjungan wisatawan di KJT memang harus dibarengi kualitas pelayanan yang baik. Sebagai pendamping KJT selama ini, ia turut menargetkan kunjungan wisatawan di KJT bisa di taraf internasional.
“Saya kira KJT sudah mulai membidik pasar internasional, paling tidak ASEAN, China, dan Jepang,” ujarnya.
Ia juga menekankan untuk melakukan promosi yang lebih masif melalui media sosial, booklet, hingga jejaring kedutaan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan KJT kepada wisatawan mancanegara.
“Ke depan Kayutangan lebih profesional dan Pokdarwis bisa untuk mengoptimalkan peluang tersebut,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?