WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, 600 Kontak Dipantau
WHO melaporkan kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bertambah menjadi 12 kasus dengan tiga kematian. Lebih dari 600 kontak masih dipantau.
JAKARTA - Wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian dunia internasional. World Health Organization atau WHO melaporkan jumlah kasus kini meningkat menjadi 12 orang dengan tiga kematian.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan tambahan satu kasus terbaru berasal dari seorang awak kapal yang sebelumnya turun di Tenerife, Spanyol, sebelum dipulangkan ke Belanda dan menjalani isolasi.
Dalam keterangannya kepada jurnalis pada Jumat (22/5/2026), Tedros menyebut tidak ada tambahan korban meninggal sejak laporan awal wabah disampaikan kepada WHO pada 2 Mei 2026.
“Saat ini terdapat 12 kasus yang dilaporkan dan tiga kematian yang dilaporkan,” kata Tedros.
Ratusan Kontak Dipantau di 30 Negara
WHO menyebut lebih dari 600 orang yang memiliki kontak dengan kasus positif masih dalam pemantauan di sekitar 30 negara. Sejumlah kontak dengan risiko tinggi juga masih dalam proses pelacakan lebih lanjut.
Tedros menegaskan WHO terus meminta negara-negara terdampak untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh penumpang dan awak kapal selama masa karantina berlangsung.
“Kami terus mendesak negara-negara yang terdampak untuk memantau seluruh penumpang dan awak kapal dengan cermat selama sisa periode karantina,” ujarnya.
Investigasi Epidemiologi Terus Berjalan
WHO juga mengapresiasi kerja sama lintas negara dalam proses penanganan wabah dan investigasi epidemiologi yang masih berlangsung hingga kini.
Kapal pesiar MV Hondius sendiri diketahui tiba di pelabuhan Rotterdam, Belanda, pada 18 Mei 2026 setelah sebelumnya menjadi perhatian akibat munculnya kasus hantavirus di atas kapal.
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan berpotensi fatal.
Meski jumlah kasus masih relatif terbatas, respons cepat dan koordinasi internasional dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah penyebaran lintas negara yang lebih luas, terutama karena kapal pesiar melibatkan mobilitas penumpang dari berbagai negara.(*_
Apa Reaksi Anda?