Waspada Kaki Melepuh, Jemaah Haji Diimbau Lindungi Kaki dari Panas Lantai

Kasus kaki melepuh kerap dialami jamaah haji di Madinah akibat panas lantai Masjid Nabawi. KKHI mengimbau jamaah membawa alas kaki dan melakukan pertolongan pertama dengan air dingin.

Mei 4, 2026 - 20:01
Waspada Kaki Melepuh, Jemaah Haji Diimbau Lindungi Kaki dari Panas Lantai

MADINAH - Kasus kaki melepuh kerap dialami jemaah haji saat berada di Madinah, terutama akibat paparan panas lantai di area sekitar Masjid Nabawi. Kondisi ini menjadi perhatian petugas kesehatan karena berpotensi mengganggu aktivitas ibadah jamaah.

Kepala Seksi Kesehatan yang juga Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Enny Nuryanti, menjelaskan bahwa karakter lantai di Masjid Nabawi berbeda dengan Masjidil Haram. Pada waktu tertentu, suhu lantai dapat meningkat dan memicu risiko luka pada kaki jemaah.

“Biasanya kaki melepuh terjadi karena jemaah terpapar lantai panas, khususnya di area Masjid Nabawi,” ujar dr. Enny, Senin (4/5/2026).

Ia mengimbau jemaah untuk selalu membawa alas kaki secara mandiri saat beribadah. Jemaah disarankan membawa kantong plastik dari hotel untuk menyimpan sandal atau sepatu agar tetap dapat digunakan kembali tanpa harus dititipkan.

Menurutnya, penitipan alas kaki kerap menimbulkan kendala, seperti jemaah lupa lokasi penyimpanan atau keluar dari pintu berbeda, sehingga berujung kehilangan alas kaki. Kondisi ini membuat jemaah terpaksa berjalan tanpa pelindung di lantai yang panas.

Selain itu, risiko lebih besar dialami jemaah dengan penyakit tertentu, seperti diabetes. Penderita neuropati cenderung tidak merasakan panas pada telapak kaki sehingga berpotensi mengalami luka tanpa disadari.

“Pada jemaah dengan neuropati, terutama penderita diabetes, sarafnya sudah tidak sensitif, sehingga tidak merasakan panas. Tiba-tiba sudah dalam kondisi melepuh,” jelasnya.

Jika jemaah mengalami kaki melepuh, dr. Enny menyarankan agar segera mendapatkan penanganan medis di pos kesehatan atau KKHI Madinah. Petugas akan melakukan pemeriksaan dan perawatan sesuai kondisi luka.

Untuk pertolongan pertama, ia menyarankan agar kaki yang terpapar panas segera disiram dengan air dingin. Jika memungkinkan, penggunaan air es dinilai lebih efektif untuk menurunkan suhu pada area yang terkena.

“Kalau terjadi kontak dengan panas, langsung siram dengan air dingin, kalau bisa air es,” ujarnya.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar jamaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci. (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow