Waspada Cuaca Ekstrem di Cianjur saat Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih 2026
Momen libur panjang diprediksi akan dimanfaatkan warga untuk melakukan perjalanan luar kota, termasuk menuju kawasan wisata di Puncak, Jawa Barat.
CIANJUR - Masyarakat Indonesia bersiap menyambut periode libur panjang atau long weekend yang jatuh pada pekan kedua Mei 2026.
Berdasarkan kalender resmi, peringatan kenaikan Isa Almasih ditetapkan pada Kamis, 14 Mei 2026, yang kemudian diikuti dengan ketetapan cuti bersama pada Jumat, 15 Mei 2026.
Momen ini diprediksi akan dimanfaatkan warga untuk melakukan perjalanan luar kota, termasuk menuju kawasan wisata di Puncak, Jawa Barat.
Bagi pelancong yang berencana menghabiskan waktu di wilayah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya, kondisi cuaca memerlukan perhatian khusus demi keamanan perjalanan.
Merujuk pada data visual cuaca terkini BMKG untuk wilayah tersebut, kondisi atmosfer menunjukkan adanya potensi gangguan cuaca yang cukup signifikan selama masa liburan berlangsung.
Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, suhu udara di wilayah Cianjur diperkirakan berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat probabilitas presipitasi pada hari tersebut mencapai 50 persen dengan kelembapan udara di angka 72 persen.
Meskipun pagi hari diprediksi cerah berawan, potensi gerimis disertai petir mulai mengancam sejak siang hingga sore hari, tepatnya antara pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Kondisi cuaca terpantau sedikit lebih ekstrem pada hari Jumat, 15 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan cuti bersama.
Suhu udara diprediksi mengalami sedikit penurunan dengan angka maksimal 29 derajat Celsius, namun peluang terjadinya hujan disertai kilat justru meningkat hingga 70 persen.
Hujan petir ini diproyeksikan mulai mengguyur sejak pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang malam hari.
Melihat tingginya potensi hujan badai di kawasan pegunungan dan jalur utama Cianjur, para pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman jalan licin dan jarak pandang yang terbatas.
Persiapan fisik kendaraan serta pemantauan informasi cuaca secara berkala menjadi langkah krusial bagi wisatawan agar agenda libur panjang tetap berjalan dengan nyaman dan aman tanpa terkendala faktor alam yang tidak menentu. (*)
Apa Reaksi Anda?