Viral, Driver Ojol Mudik Motoran Bali-Ciamis Sambil Boyong Induk dan Anak Kucing
Aksi driver ojol asal Ciamis mudik dari Denpasar sambil membawa induk kucing dan anaknya viral. Kisah penuh kasih ini menyentuh hati netizen di tengah tradisi Lebaran.
CIAMIS Di tengah hiruk-pikuk arus mudik Lebaran yang biasanya penuh keluh kesah, sebuah pemandangan tak biasa tertangkap kamera di sepanjang jalur aspal dari Denpasar menuju Jawa Barat. Bukan tumpukan kardus atau tas belanjaan besar yang mencuri perhatian, melainkan empat pasang mata kecil yang mengintip dari balik ransel seorang pengendara motor ojek online (ojol).
Ia adalah Saep Hartono (28), seorang pengemudi ojek online asal Ciamis yang merantau di Bali. Tahun ini, Saep memilih untuk tidak pulang sendirian. Ia memutuskan membawa "harta karunnya" yang paling berharga: seekor induk kucing beserta anak-anaknya yang masih kecil.
Modifikasi Kasih Sayang
Perjalanan dari Denpasar ke Ciamis bukanlah jarak yang pendek. Menempuh ratusan kilometer dan menyeberangi selat, Saep sadar betul risiko yang dihadapi hewan peliharaannya. Lewat unggahan di akun TikTok-nya @saep_hartono, terlihat betapa detailnya persiapan yang ia lakukan.
Tak sekadar memasukkan kucing ke dalam tas, Saep memodifikasi ransel khusus hewan dengan ventilasi maksimal. Ia juga menambahkan alas tebal di bagian bawah tas untuk meredam getaran motor sekaligus menyekat panas mesin agar tidak langsung menyentuh tubuh si anabul.
"Ini bukan sekadar hewan peliharaan, mereka keluarga saya di perantauan," tulisnya dalam salah satu unggahan. Keteguhan hati Saep pun membuahkan hasil; sepanjang perjalanan, kucing-kucing tersebut tampak tenang, seolah sudah terbiasa dengan deru mesin dan terpaan angin jalanan.
Viral dan Mengetuk Hati Netizen
Aksi "touring satu keluarga" ini pun mendadak viral, menembus angka 1,8 juta penonton. Kolom komentarnya dibanjiri decak kagum. Salah satunya dari akun @YOGI yang berkelakar, "Ini sih satu keluarga hobi touring, nampak santai banget ibu sama anak-anaknya!"
Banyak netizen yang merasa terharu karena di tengah maraknya kasus penelantaran hewan saat ditinggal mudik, Saep justru memilih repot demi memastikan keselamatannya mereka. Ketenangan para kucing di atas motor menjadi bukti kuat adanya ikatan kepercayaan (bonding) yang mendalam antara pemilik dan peliharaannya.
Filosofi Mudik Sang Anak Sulung
Bagi Saep, perjalanannya tahun ini memiliki makna ganda. Sebagai anak sulung, ia memikul tanggung jawab besar untuk membawa kebahagiaan ke kampung halaman. Namun baginya, kebahagiaan itu tidak akan lengkap jika ada anggota keluarga yang tertinggal di Bali, meskipun mereka hanya seekor kucing.
Kisah Saep Hartono adalah refleksi bahwa mudik bukan sekadar urusan perpindahan fisik dari satu titik ke titik lain. Ini adalah tentang menjaga apa yang kita cintai. Di atas aspal panas dan di bawah terik matahari, Saep membuktikan bahwa kasih sayang adalah "bahan bakar" yang sanggup melampaui rasa lelah.
Kini, setibanya di Ciamis, Saep dan para anabulnya bisa merayakan Lebaran dengan tenang. Sebuah pengingat manis bahwa dalam perjalanan sejauh apa pun, rumah adalah tempat di mana semua yang kita cintai berkumpul bersama. (*)
Apa Reaksi Anda?