UNIPMA Dampingi UMKM Bulukerto Magetan Bangun Branding Kuliner Berbasis Numeralia Jawa

Program Studi PGSD UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan UMKM berbasis budaya lokal di Kelurahan Bulukerto

Mei 27, 2026 - 19:30
UNIPMA Dampingi UMKM Bulukerto Magetan Bangun Branding Kuliner Berbasis Numeralia Jawa

MADIUN - Program Studi PGSD UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan UMKM berbasis budaya lokal di Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan sistem numeralia bahasa Jawa pada produk kuliner UMKM guna meningkatkan keunikan, identitas budaya, dan daya tarik pemasaran produk lokal.

Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa itu merupakan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek Tahun Pendanaan 2026 dalam Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Endang Sri Maruti, M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian mendampingi para pelaku UMKM kuliner di Kelurahan Bulukerto dengan fokus pada penguatan branding produk melalui penggunaan istilah numeralia atau penyebutan bilangan dalam bahasa Jawa. Numeralia tradisional Jawa dinilai memiliki nilai filosofis dan kearifan lokal yang dapat menjadi identitas khas produk kuliner daerah.

UNIPMA Dampingi UMKM Bulukerto Magetan - 2

Ketua tim pengabdian, Dr. Endang Sri Maruti, M.Pd. menjelaskan bahwa sebagian besar produk kuliner UMKM masih menggunakan nama umum yang belum mencerminkan identitas lokal. Karena itu, dosen dan mahasiswa menghadirkan inovasi branding berbasis budaya dengan memanfaatkan istilah numeralia Jawa, seperti “Sega Pecel Limangewu”, “Penthol Kriwil”, dan “Wedang Sanga”.

“Penggunaan numeralia Jawa tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuat produk lebih mudah diingat konsumen,” ujarnya.

Selain pendampingan penamaan produk, para pelaku UMKM juga memperoleh pelatihan mengenai pentingnya branding, strategi pemasaran berbasis budaya lokal, serta teknik pengemasan produk yang lebih menarik. Mahasiswa turut mendampingi proses pembuatan desain label, slogan promosi, hingga penyusunan narasi produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar modern maupun digital.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha setempat. Mereka menilai penggunaan bahasa dan numeralia Jawa mampu memberikan kesan unik, autentik, dan berbeda dibandingkan produk lain di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.

UNIPMA Dampingi UMKM Bulukerto Magetan - 1

Salah satu pelaku UMKM warung kopi di Bulukerto, Pak Bagus, mengaku produknya lebih menarik perhatian konsumen setelah mendapatkan pendampingan branding berbasis budaya lokal.

“Nama produk menjadi lebih khas dan mudah diingat. Konsumen juga merasa lebih dekat karena menggunakan unsur budaya Jawa,” katanya.

Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa UNIPMA Madiun berharap budaya lokal Jawa tidak hanya dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat diintegrasikan dalam pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Program tersebut sekaligus menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan pengembangan inovasi budaya yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow