Unik! Tempat Kurban di Cianjur Dipasang Tenda bak Hajatan Pengantin

Idul Adha 2026 di DKM Al-Muhajirin Cianjur dikemas bak pesta pernikahan, dengan tenda mewah, panitia seragam, dan gotong royong warga menyalurkan daging kurban ke 550 KK.

Mei 27, 2026 - 19:31
Unik! Tempat Kurban di Cianjur Dipasang Tenda bak Hajatan Pengantin

CIANJUR - Suasana perayaan Hari Raya Idul Adha 2026 menampilkan pemandangan yang tidak biasa tahun ini. Area penyembelihan kurban tampak jauh lebih meriah dan penuh suka cita, dipadati warga yang kompak bergotong royong.

Sebuah inovasi kreatif ditunjukkan oleh Panitia Kurban Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhajirin di wilayah RW 07, Perumahan Pepabri Gunteng Pratama, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Berbeda dari tempat pemotongan hewan kurban pada umumnya, mereka mendirikan tenda dekoratif yang mewah menyerupai dekorasi pesta pernikahan atau hajatan pengantin. 

Tidak hanya suasananya, prosesi penyembelihan pun diawali dengan ikrar penyerahan alias ijab kabul secara resmi dari pihak yang berkurban kepada pengurus setempat.

Rangkaian kegiatan ibadah di kawasan Bojong Karangtengah ini telah dimulai sejak kumandang takbir bergema pada malam hari sebelum lebaran. 

Memasuki pagi hari, jemaah dari lingkungan Pepabri Gunteng Pratama berbondong-bondong memadati area ibadah untuk menunaikan salat Idul Adha secara berjamaah.

Pada kesempatan tersebut, bertindak sebagai imam Ustadz Herman Ruhyana, Muroqi H. Muhammad Yusuf, dan khatib KH. Qomarudin, S.Ag., yang merupakan salah satu jajaran pengurus inti dari DKM Masjid Agung Cianjur.

Seusai salat jemaah rampung, fokus kegiatan langsung berpindah ke area sekitar pemotongan DKM Al-Muhajirin yang sudah dipasangi tenda khas hajatan tersebut. 

Seluruh petugas tampak kompak mengenakan pakaian seragam, celana panjang, dan beralas kaki sepatu-sandal sejak bersiap di lokasi pukul 08.00 WIB.

Tahun 2026 ini, panitia mengelola sebanyak 7 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut disembelih secara bertahap menggunakan berbagai peralatan pendukung tradisional.

Ketua Panitia Kurban DKM Al-Muhajirin, H. Yudi Nata Permana, menyebut bahwa Idul Adha Istimewa 1447 H merupakan salah satu sinergi warga dengan pemerintah daerah Jabar Istimewa.

Dalam hal ini secara khusus dirinya menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada semua pihak baik panitia, donatur, dan jamaah yang telah ikut serta mensukseskan acara.

"Semoga kita semua mendapatkan hikmah dari peristiwa Nabi Ibrahim yang rela berkorban dan Nabi Ismail yang tulus ikhlas demi menggapai ridho Allah SWT,"" ujar H. Yudi menuturkan.

Proses pengulitan serta pencacahan bagian daging dan jeroan dilakukan secara gotong royong oleh warga di area RW 07 sebelum ditimbang secara akurat agar pembagiannya merata.

Untuk aspek distribusi, kepanitiaan DKM Al-Muhajirin mencatat total penerima manfaat mencapai 550 Kepala Keluarga dengan rincian: RT 01: 88 KK, RT 02: 82 KK, RT 03: 82 KK, RT 04: 83 KK, RT 05: 74 KK, Panitia: 74 KK, dan di luar RW 07: 67 KK.

"Seluruh paket daging kemudian disalurkan secara tertib oleh panitia, baik kepada warga di dalam komplek perumahan maupun masyarakat luar sebagai wujud solidaritas sosial yang nyata pada Hari Raya Idul Adha," tandasnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow