Turnamen Perdana di Malang Diserbu 180 Petenis, BISA Siapkan Agenda Tahunan Berhadiah Rp30 Juta

BISA memastikan turnamen tenis ini tidak berhenti sebagai event satu kali, melainkan disiapkan menjadi agenda rutin tahunan dengan jaringan kolaborasi lebih luas.

Juli 5, 2026 - 19:31
Turnamen Perdana di Malang Diserbu 180 Petenis, BISA Siapkan Agenda Tahunan Berhadiah Rp30 Juta

MALANG - Turnamen tenis perdana BISA Prime Tennis Tournament Malang langsung mencuri perhatian.

Sebanyak 180 petenis dari berbagai kota di Jawa Timur, Bandung, hingga Yogyakarta memadati Lapangan Tenis Cakrawala UM, Kota Malang untuk memperebutkan total hadiah Rp30 juta.

Melihat antusiasme yang melampaui ekspektasi, PT Bina Insani Sukses Amalia (BISA) memastikan ajang ini tidak berhenti sebagai event satu kali, melainkan disiapkan menjadi agenda rutin tahunan dengan jaringan kolaborasi lebih luas.

Direktur Utama PT Bina Insani Sukses Amalia (BISA), Mukhlis Fauzi mengatakan, turnamen ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang kompetitif bagi pecinta tenis dari berbagai level kemampuan, mulai kategori beginner hingga novice.

Namun respons peserta yang membludak membuat penyelenggaraan perdana berkembang menjadi event olahraga berskala regional.

“Awalnya kami hanya ingin mewadahi teman-teman yang memiliki hobi yang sama, yaitu tenis. Ternyata antusiasmenya luar biasa dan berkembang menjadi turnamen seperti sekarang,” ujar Mukhlis, Minggu (5/7/2026).

Ia menilai keberhasilan turnamen bukan hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan dan penegakan aturan pertandingan.

Menurutnya, seluruh perangkat pertandingan menjalankan regulasi secara profesional tanpa membedakan latar belakang peserta.

“Yang membuat saya senang, aturan benar-benar ditegakkan. Kalau memang salah ya salah, tidak melihat siapa orangnya. Itu yang harus dipertahankan dalam olahraga,” ungkapnya.

Turnamen yang digelar di Lapangan Tenis Cakrawala UM tersebut menghadirkan persaingan ketat antarpetenis dari berbagai daerah.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring komunitas tenis sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra olahraga dan dunia usaha.

Mukhlis mengakui penyelenggaraan perdana masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi. Namun pengalaman itu justru menjadi modal untuk meningkatkan kualitas event berikutnya.

“Tidak ada penyelenggaraan yang sempurna. Dari event pertama ini kami banyak belajar. Karena itu, turnamen ini bukan yang terakhir. Ke depan akan kami selenggarakan secara rutin dengan terus berkolaborasi bersama seluruh tim,” katanya.

Selain membangun ekosistem olahraga, PT BISA juga memanfaatkan turnamen ini untuk memperkenalkan lembaganya kepada masyarakat.

Sebagai institusi pelatihan, perusahaan ingin menegaskan identitas sebagai lembaga yang mengedepankan integritas dan profesionalisme, nilai yang menurut Mukhlis selaras dengan semangat sportivitas di lapangan tenis.

“Kami ingin dikenal sebagai lembaga pelatihan yang mengedepankan integritas. Nilai itu juga kami bawa dalam olahraga, karena sportivitas adalah wujud nyata dari integritas,” jelasnya.

Ke depan, BISA membuka peluang menghadirkan berbagai kegiatan kolaboratif bersama mitra strategis.

Meski demikian, pengembangan BISA Prime Tennis Tournament tetap menjadi prioritas utama agar mampu tumbuh menjadi salah satu agenda olahraga unggulan di Malang dan Jawa Timur.

“Antusiasmenya jauh di atas perkiraan. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan tanpa meninggalkan nilai integritas dan sportivitas,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow