Trump Ancam Eskalasi Militer dan Usulkan Pungutan Kapal di Selat Hormuz

Donald Trump mengancam eskalasi militer terhadap Iran dan mengusulkan pungutan kapal di Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan.

April 9, 2026 - 14:30
Trump Ancam Eskalasi Militer dan Usulkan Pungutan Kapal di Selat Hormuz

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kapal, pesawat, dan personel militer AS, termasuk tambahan amunisi dan persenjataan, akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran hingga kesepakatan benar-benar dipatuhi.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat kecil kemungkinannya, maka ‘penembakan akan dimulai’ dengan skala yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat sebelumnya,” ujarnya.

Trump juga menegaskan bahwa kesepakatan terkait pelarangan senjata nuklir sebenarnya telah lama ada, meski menurutnya terdapat narasi yang menyebut sebaliknya. “Tidak ada senjata nuklir dan Selat Hormuz akan terbuka serta aman,” katanya.

Ia menambahkan bahwa militer AS saat ini dalam kondisi siaga sambil menunggu perkembangan berikutnya. “Untuk sementara, militer besar kami sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, serta menantikan langkah berikutnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Iran dan AS mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026). Kesepakatan ini dimaksudkan untuk membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026, yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Pengumuman gencatan senjata tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan, atau menghadapi ancaman eskalasi konflik.

Di sisi lain, Trump juga mengungkapkan tengah mempertimbangkan pembentukan usaha patungan (joint venture) dengan Iran untuk memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

“Kami sedang memikirkan untuk melakukannya dalam bentuk usaha patungan. Itu adalah cara untuk mengamankannya, sekaligus melindunginya dari banyak pihak lain,” kata Trump dalam wawancara dengan ABC News, Rabu (8/4/2026).

Melalui akun Truth Social, Trump sebelumnya juga menyebut bahwa AS berpotensi memperoleh keuntungan besar dengan membantu mengelola lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

“Kami akan menyediakan berbagai pasokan dan tetap berada di area itu untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Saya yakin itu akan terwujud,” ujarnya.

Pada Senin (6/4/2026), Trump juga mengusulkan agar AS memungut biaya dari kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari solusi untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.

“Bagaimana jika kita memungut biaya? Saya lebih memilih melakukan itu daripada membiarkan mereka yang melakukannya,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Putih. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow