Tren Baru Jemaah Haji, Kirim Oleh-oleh Lebih Awal agar Tenang Beribadah

Jemaah haji Indonesia mulai memanfaatkan layanan kargo untuk mengirim oleh-oleh dari Madinah lebih awal. Langkah ini dilakukan agar tidak terbebani barang saat di Makkah dan bisa lebih fokus menjalank

April 30, 2026 - 10:00
Tren Baru Jemaah Haji, Kirim Oleh-oleh Lebih Awal agar Tenang Beribadah

JAKARTA - Menjelang pergerakan ke Makkah, jemaah haji Indonesia mulai mengubah kebiasaan lama dalam urusan oleh-oleh. Alih-alih menumpuk barang bawaan, mereka kini ramai-ramai mengirim buah tangan langsung dari Madinah ke Tanah Air melalui jasa kargo.

Pengiriman tersebut dilakukan agar tidak berat membawa barang bawaan termasuk oleh-oleh saat nanti memasuki Makkah. Selain itu, ibadah bisa dilakukan lebih khusuk tanpa memikirkan oleh-oleh. 

Jemaah haji kini pun mulai ramai memanfaatkan pengirimam kargo untuk mengirimkan barang belanjaan mereka lebih awal ke tanah air.

Jemaah asal Pinrang Sulawesi Selatan, Astuti mengaku telah membelanjakan sekitar Rp9 juta untuk membeli aneka buah tangan seperti tas, ceret, hingga gelas khas Arab Saudi.

Astuti memilih mengirimkan barang-barang tersebut bersama rekan-rekannya melalui jasa kargo agar tidak lagi terbebani urusan belanja saat berada di Makkah.

“Sengaja pilih kargo sekarang, supaya nanti di Makkah sudah tidak pikir belanja lagi, tapi fokus sepenuhnya untuk ibadah,” ucapnya dikutip pada Rabu (29/4/2026). 

Hal senada diungkapkan oleh Megawati. Baginya, mengirimkan barang lebih awal adalah strategi agar durasi tinggal di Makkah bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram tanpa harus disibukkan dengan urusan logistik atau mencari oleh-oleh di menit-menit terakhir.

Selain faktor kekhusyukan, alasan praktis juga menjadi pendorong utama. Muhamad Darwis, jemaah lainnya, mengaku tidak ingin repot membawa tas yang berat saat berpindah kota. Ia telah mengirimkan sekitar 10 kilogram barang berupa kurma dan pakaian khas Madinah melalui jasa ekspedisi.

“Saya lebih pilih kargo karena praktis dan saya percaya barang bisa sampai langsung ke rumah di Bone,” ungkapnya.

Meningkatnya tren pengiriman barang ini turut dirasakan oleh penyedia jasa layanan kargo. Petugas Kargo Haji Pos Indonesia, Abdul Ghani, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun ketiga bagi Pos Indonesia dalam menyelenggarakan layanan kargo khusus haji.

Pihaknya menawarkan kemudahan bagi jemaah dengan jangkauan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami melayani seluruh rute di Indonesia dengan estimasi waktu pengiriman antara 7 hingga 14 hari sampai ke alamat tujuan. Untuk tarifnya, rata-rata sebesar 23 Riyal per kilogram,” tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow