TMMD 128 Probolinggo Integrasikan Layanan KB dan Pembangunan Desa

TMMD 128 Probolinggo integrasikan pembangunan desa dengan layanan KB gratis untuk dorong kesejahteraan keluarga di Maron.

Mei 6, 2026 - 15:00
TMMD 128 Probolinggo Integrasikan Layanan KB dan Pembangunan Desa

PROBOLINGGO - Program TMMD 128 Probolinggo menunjukkan pola baru pembangunan desa: integrasi antara infrastruktur dan intervensi sosial. Salah satu implementasinya terlihat melalui layanan KB gratis yang digelar di Kecamatan Maron.

Di tengah fokus pembangunan fisik, layanan kesehatan keluarga justru menjadi penguat dampak jangka panjang. Pelayanan KB gratis yang berlangsung di UPT Puskesmas Maron, Selasa (5/5/2026), menjadi bagian dari strategi tersebut.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas P3AP2KB, tenaga kesehatan, hingga unsur TNI melalui Satgas TMMD. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak lagi berdiri pada satu sektor, melainkan berbasis ekosistem.

Kepala Puskesmas Maron dr. Niswah Nilam Qatitah menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor ini mempermudah distribusi layanan kesehatan. “Dukungan Satgas TMMD membuat masyarakat lebih mudah dijangkau dan lebih percaya untuk datang ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Data di lapangan menunjukkan, layanan KB masih membutuhkan pendekatan jemput bola. Oleh karena itu, program ini tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga edukasi tentang pentingnya perencanaan keluarga.

Koordinator P3AP2KB Supriyanto menekankan bahwa program keluarga berencana merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. “Keluarga yang sehat dan terencana akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Sementara itu, Danramil 0820-21 Maron Kapten Arh Murianto melihat program ini sebagai bentuk nyata peran TMMD dalam pembangunan non fisik. Ia menilai bahwa intervensi sosial seperti ini memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup warga.

Pelayanan yang diberikan meliputi pemasangan alat kontrasepsi hingga konsultasi kesehatan reproduksi. Seluruh layanan diberikan secara gratis, sehingga dapat menjangkau kelompok masyarakat rentan.

Antusiasme warga yang tinggi menjadi indikator bahwa kebutuhan layanan ini masih besar. Dalam konteks pembangunan desa, pendekatan integratif seperti TMMD 128 Probolinggo menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak hanya dibangun dari jalan dan bangunan, tetapi juga dari kualitas keluarga yang lebih sehat.

Dengan model kolaboratif ini, TMMD tidak sekadar menjadi program pembangunan, melainkan instrumen transformasi sosial di tingkat desa. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow