TMMD 128 Probolinggo Dikejar Deadline, Progres Infrastruktur Desa Brabe Tembus 75 Persen

Progres TMMD Ke-128 Kodim Probolinggo di Desa Brabe capai 75 persen. Dansatgas tekankan percepatan dan kualitas jelang penutupan 21 Mei.

Mei 4, 2026 - 15:00
TMMD 128 Probolinggo Dikejar Deadline, Progres Infrastruktur Desa Brabe Tembus 75 Persen

PROBOLINGGO - Menjelang tenggat penutupan pada 21 Mei 2026, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo menunjukkan akselerasi signifikan. Sejumlah proyek infrastruktur di Desa Brabe, Kecamatan Maron, kini telah menembus progres hingga 75 persen.

Kunjungan Komandan Kodim 0820 Probolinggo sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, Senin (4/5/2026), menjadi penanda fase krusial penyelesaian program. Di tengah tekanan waktu, seluruh sasaran fisik dituntut rampung tanpa mengorbankan kualitas.

Data lapangan menunjukkan pembangunan jalan paving sepanjang 600 meter telah mencapai 75 persen. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung mobilitas warga, menghubungkan permukiman dengan pusat ekonomi desa.

Sementara itu, rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berada pada rentang progres 40 hingga 80 persen. Kondisi ini mencerminkan distribusi pekerjaan yang masih berlangsung paralel, dari tahap struktur hingga finishing.

Pada sektor sanitasi, sebanyak 15 unit MCK telah melampaui 50 persen pengerjaan. Ini menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan warga, terutama di kawasan dengan keterbatasan fasilitas dasar.

Adapun pembangunan tandon air dan jaringan pipanisasi sepanjang 1,5 kilometer masih berada di angka 40 persen. Proyek ini menjadi salah satu yang paling strategis sekaligus menantang, mengingat medan geografis dan kebutuhan distribusi jangka panjang.

Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, menegaskan bahwa sisa waktu harus dimanfaatkan secara optimal.

“Waktu yang tersisa harus dimaksimalkan. Seluruh sasaran fisik harus selesai sebelum 21 Mei. Ini bukan sekadar target, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan di tengah percepatan. Menurutnya, pembangunan desa tidak boleh berhenti pada aspek kuantitas, tetapi harus menjamin keberlanjutan manfaat.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa menjadi faktor pembeda dalam pelaksanaan TMMD di Desa Brabe. Kepala Desa Sunardi dinilai proaktif dalam mengoordinasikan dukungan warga, sehingga mempercepat progres di lapangan.

Sinergi ini memperlihatkan pola pembangunan kolaboratif yang tidak hanya bertumpu pada institusi, tetapi juga partisipasi publik. Dalam konteks pembangunan desa, model seperti ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal.

Dengan progres yang terus meningkat, TMMD Ke-128 di Desa Brabe tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga representasi percepatan pembangunan berbasis kolaborasi. Ujian berikutnya adalah memastikan seluruh capaian ini benar-benar rampung tepat waktu dan berdaya guna jangka panjang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow