Tips Dokter Dhelya: Night Run Tanpa Breakout: Perhatikan Cara Merawat Kulit Sebelum dan Sesudah Lari

Night run tetap aman untuk kulit selama kita menjaga kebersihan, mengurangi gesekan, dan tidak membiarkan keringat terlalu lama menempel.

Juni 24, 2026 - 19:00
Tips Dokter Dhelya: Night Run Tanpa Breakout: Perhatikan Cara Merawat Kulit Sebelum dan Sesudah Lari

MALANG - Night run menjadi pilihan banyak orang karena udara terasa lebih sejuk dan waktunya lebih mudah disesuaikan. Meski dilakukan pada malam hari, aktivitas lari ini tetap dapat memengaruhi kondisi kulit.

Keringat, debu, gesekan pakaian, perlengkapan olahraga, dan penggunaan skincare yang terlalu berat dapat memicu iritasi maupun memperberat jerawat pada kulit yang rentan.

Keringat sebenarnya bukan penyebab langsung jerawat. Namun, keringat dapat bercampur dengan sebum, sel kulit mati, sisa kosmetik, dan kotoran.

Bila campuran tersebut tertahan terlalu lama di permukaan kulit, terutama di bawah pakaian ketat atau perlengkapan olahraga, pori dan folikel dapat lebih mudah mengalami sumbatan serta iritasi.

Gesekan berulang juga dapat menimbulkan acne mechanica, yaitu jerawat yang muncul akibat kombinasi tekanan, panas, kelembapan, dan gesekan.

Kondisi ini sering terjadi pada area dahi, rahang, dada, punggung, bahu, atau bagian tubuh yang tertutup topi, headband, hijab olahraga, dan tali tas.

Persiapan Sebelum Night Run

Sebelum berlari, skincare sebaiknya dibuat sederhana agar tidak terasa terlalu berat saat bercampur dengan keringat.

  • Bersihkan riasan atau makeup tebal terlebih dahulu.
  • Gunakan pelembap ringan bila kulit terasa kering.
  • Pilih produk berlabel non-comedogenic.
  • Hindari krim terlalu tebal, minyak wajah berlapis, atau sleeping mask.
  • Gunakan sunscreen bila lari dimulai saat matahari belum benar-benar terbenam.
  • Pastikan topi, hijab olahraga, headband, earphone, dan handuk dalam keadaan bersih.

Pakaian juga perlu diperhatikan. Pilih pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan tidak terlalu ketat.

Pakaian yang lembap serta terus bergesekan dengan kulit dapat meningkatkan risiko lecet, iritasi, dan jerawat pada tubuh.

Perawatan Saat Berlari

Saat berlari, hindari terlalu sering menyentuh wajah. Bila keringat terasa mengganggu, cukup tepuk perlahan menggunakan handuk bersih, bukan menggosoknya dengan kuat.

Pada area yang mudah lecet, seperti paha bagian dalam, ketiak, bawah payudara, atau area yang terkena tali pakaian, dapat digunakan produk pengurang gesekan.

Hentikan pemakaian bila muncul rasa panas, gatal, atau perih.

Setelah night run

Setelah selesai berlari, jangan membiarkan pakaian basah oleh keringat menempel terlalu lama.

Segera ganti pakaian dan bersihkan tubuh setelah suhu tubuh mulai lebih tenang.
Langkah yang dapat dilakukan:

  1. Ganti pakaian yang basah atau lembap.
  2. Bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut.
  3. Mandi untuk menghilangkan keringat, debu, dan kotoran.
  4. Hindari scrub atau menggosok kulit terlalu kuat.
  5. Gunakan pelembap ringan setelah membersihkan kulit.
  6. Cuci perlengkapan olahraga secara berkala.

Bahan aktif seperti asam salisilat, benzoyl peroxide, atau retinoid tetap dapat digunakan sesuai rutinitas bila kulit sudah terbiasa.

Namun, produk tersebut tidak harus digunakan setiap kali selesai berlari. Bila kulit terasa merah, perih, atau iritasi, prioritaskan pembersih lembut dan pelembap terlebih dahulu.

Pada dasarnya, night run tidak otomatis menyebabkan jerawat.

Masalah kulit biasanya muncul akibat kombinasi keringat yang tertahan, gesekan, oklusi, perlengkapan yang kurang bersih, dan kebiasaan tidak segera membersihkan kulit setelah berolahraga.

Pesan dari Dokter Dhelya

Night run tetap aman untuk kulit selama kita menjaga kebersihan, mengurangi gesekan, dan tidak membiarkan keringat terlalu lama menempel.

Gunakan skincare sederhana sebelum berlari dan segera bersihkan kulit setelah selesai. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow