Tingkatkan Sanitasi dan Ekonomi Masyarakat, Mahasiswa Unej Sulap Saluran Irigasi Jadi Pusat Budidaya Ikan

Sungai irigasi adalah komponen penting penunjang kehidupan masyarakat agraris. Selain menyuplai air untuk kebutuhan lahan, sungai irigasi juga menjadi pusat aktivitas mas ...

Februari 3, 2024 - 18:30
Tingkatkan Sanitasi dan Ekonomi Masyarakat, Mahasiswa Unej Sulap Saluran Irigasi Jadi Pusat Budidaya Ikan

TIMESINDONESIA, SITUBONDOSungai irigasi adalah komponen penting penunjang kehidupan masyarakat agraris. Selain menyuplai air untuk kebutuhan lahan, sungai irigasi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti di Desa Kalibagor, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Tidak hanya mengaliri ratusan lahan sawah warga, sungai irigasi di Kalibagor masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. 

Melihat fenomena itu, mahasiswa Universitas Jember atau UNEJ yang tergabung dalam kelompok KKN 34 UMD berinisiatif memanfaatkan sungai irigasi setempat sebagai pusat budidaya ikan berbasis budidaya aliran sungai.

“Melihat potensi yang ada di Desa Kalibagor ini, kami melihat bahwa peran vital dari sungai irigasi bisa dimaksimalkan tidak hanya untuk pengairan lahan namun juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Muhammad Aufa, perwakilan kelompok KKN 34 kepada TIMES Indonesia. 

Mahasiswa-Unej-2.jpg

Melalui program bertajuk Sanitasi Sungai Bersih atau SANTAI, mahasiswa Unej berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan budidaya ikan di sungai irigasi setempat.

Program kolaboratif SANTAI itu bukan hanya tentang usaha budidaya ikan, melainkan upaya membangun kesadaran dan peningkatan sanitasi dan ekonomi masyarakat. Dengan adanya sanitasi sungai yang baik, maka dapat mendukung program desa dalam mengurangi potensi stunting.

“Metode budidaya ikan yang kami terapkan di saluran irigasi dirancang tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk memastikan kelestarian budidaya,” jelasnya.

Area budidaya ikan kolaboratif itu memanfaatkan sekat bambu untuk mencegah sampah dan kotoran masuk ke area budidaya. Sekat itu sekaligus berfungsi sebagai pengontrol debit sungai. Untuk mencegah ikan keluar dari area budidaya, jaring pembatas dipasang di sekitar area budidaya berbasis aliran sungai itu. 

Muhammad Aufa menambahkan, selain pengadaan lahan budidaya, telah dilakukan juga pelatihan dan sosialisasi dengan mengundang ahli budidaya aliran sungai. Harapannya, program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. 

Mahasiswa-Unej-3.jpg

“Selama minggu pertama hingga ketiga kita fokus kepada pengadaan dan pelatihan budidaya dan produk olahan ikan. Nantinya di minggu keempat akan ada pembentukan KOMDAKAN (komunitas budidaya ikan) untuk menunjang keberlanjutan program budidaya dari kkn ini kedepannya serta pengolahan ikan,” pungkas perwakilan kelompok KKN 34 itu.

Disisi lain, Kepala Desa Kalibagor, Misnadin menyambut baik program kolaborasi itu. Mewakili warga, dia berharap program itu dapat dijaga dan dimaksimalkan secara berkelanjutan. 

“Semoga dari program ini ada kelanjutan untuk tahun depan. Insyaallah kami usahakan untuk memanjangkan ke saluran yang lain, dan harapannya warga kami bisa senang dalam budidaya ikan”, ujar Kades Kalibagor itu. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow