Tim KSM UNISMA Gelar Tikar Pemandian Sumber Ringin, Gapura Lama PenampilanBaru
Mahasiswa KSM UNISMA dari kelompok 32 laksanakan pengabdian beberapa hari dengan pengecatan gapura Pemandian Sumber Ringin, Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Dari gapura yang semula tampak
MALANG Mahasiswa KSM UNISMA dari kelompok 32 laksanakan pengabdian beberapa hari dengan pengecatan gapura Pemandian Sumber Ringin, Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Dari gapura yang semula tampak kusam kini tampak lebih cantik dan fresh, Sabtu (28/02/2026).
Dikutip dari Diswaymalang.id pemandian sumber ringin ini berdiri ditahun 1880-an. Desa sumber ringin ini merupakan desa yang sering menjadi tempat para mahsiswa melakukan pengabdian. Diantaranya dari UNISMA, UNESA, POLINEMA, UNITRI dan sebagainya. Oleh karena itu tak heran ketika melakukan pengabdian ataupun berkunjung ke desa Wringinsongo pengunjung akan menjumpai karya-karya para mahasiswa selama pengabdian seperti panel surya oleh mahasiswa POLINEMA. Pemandian ini dinamakan sumber ringin dikarenakan terdapat sumber mata air yang dulunya dibawah pohon beringin besar.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI ttps://unisma.ac.id/
Pada kegiatan pengecatan gapura ini tim KSM UNISMA memilih warna-warna cerah yakni krem dan biru muda agar penampilan gapura tampak lebih berwarna, fresh dan tentunya lebih menarik. Pengecatan ini bukanlah untuk menghilangkan noda kusam semata tetapi juga bentuk kontribusi mahasiswa pada desa Wringinsongo sekaligus menambah nilai estetika pemandian. Agar lebih banyak wisatawan yang tertarik berkunjung ke pemandian Sumber Ringin dan lebih nyaman lagi tentunya.
Pengerjaan pengecatan gapura Sumber Ringin ini dilakukan selama beberapa hari. Pada awal pengerjaannya dilakukan dimalam hari tepatnya ditanggal 18/02/2026 dari pukul 20.30 hingga 00.30 WIB. Meski tidak melibatkan warga secara langsung, kegiatan ini tetap dianggap bentuk kontribusi nyata mahasiswa bagi desa.
Gapura lama kini tampil dengan penampilan baru yang diharapkan menambah kebanggaan masyarakat terhadap fasilitas desa mereka. Jika dari gapuranya saja sudah tampak menarik maka juga akan berdampak baik meningkatkan nilai ekonomi desa.
“Semoga kontribusi ini akan membawa kebermanfaatan pada masa jangka panjang khususnya bagi masyarakat desa Wringinsongo terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat” ujar Apri sebagai ketua dari kelompok 32. Begitupun pendapat salah satu warga, agar mahasiswa dapat meninggalkan kenangan dan kebermanfaatan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 32 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?