Tiba di Makkah, Jemaah Haji Kloter Perdana Mulai Laksanakan Umrah Wajib

Jemaah haji Indonesia kloter perdana mulai melaksanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (1/5/2026). Rombongan dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 40 orang untuk mempermuda

Mei 1, 2026 - 22:31
Tiba di Makkah, Jemaah Haji Kloter Perdana Mulai Laksanakan Umrah Wajib

MAKKAH - Jemaah calon haji Indonesia kelompok terbang (kloter) perdana yang telah tiba di Kota Suci Makkah mulai melaksanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram pada Jumat (1/5/2026). Pelaksanaan ibadah ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji bagi para tamu Allah tersebut.

Ketua Rombongan jemaah kloter Embarkasi Solo (SOC) 1, Muhammad Tasrifin Salim, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan strategi khusus guna memastikan keamanan jemaah. Rombongan dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 40 orang untuk mempermudah perlindungan dan pengawasan selama prosesi tawaf dan sai.

"Di Masjidil Haram, jemaah laki-laki membentuk formasi huruf U, dengan jemaah perempuan terlindungi di tengah-tengahnya," ujar Tasrifin saat menjelaskan skema pengamanan rombongannya.

Tasrifin memastikan bahwa seluruh anggota rombongannya saat ini dalam kondisi bugar. Sebelum menuju Masjidil Haram, para jemaah telah diberikan waktu istirahat yang cukup setibanya di hotel. Selain itu, bekal bimbingan manasik haji sebanyak tiga kali selama di tanah air menjadi modal penting bagi kesiapan jemaah.

Semangat Jemaah Lansia

Semangat tinggi juga terpancar dari para jemaah lanjut usia (lansia). Salah satunya adalah Khusaeri Badrun (84), calon haji asal Tegal, Jawa Tengah. Pensiunan petani ini mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa menginjakkan kaki di tanah suci dan siap melihat Ka'bah untuk pertama kalinya.

"Doakan lancar ya," tutur Khusaeri dengan nada penuh haru sembari menanti bus Shalawat nomor 6 yang akan membawanya ke Masjidil Haram.

Imbauan Kelola Energi

Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengimbau para jemaah agar bijak dalam mengelola energi. Mengingat puncak ibadah haji seperti wukuf, mabit, dan lempar jumrah sangat menguras tenaga, kesehatan fisik menjadi prioritas utama.

Jemaah diharapkan tidak memaksakan diri untuk terlalu sering beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik sedang menurun. PPIH menekankan pentingnya menjaga stamina agar jemaah tetap dalam kondisi prima hingga seluruh rangkaian wajib haji selesai.

Selain aspek kesehatan, PPIH juga kembali mengingatkan aturan disiplin kepada jemaah, salah satunya dilarang memberikan uang tip dalam bentuk apa pun kepada sopir bus Shalawat yang melayani mobilitas jemaah di Makkah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow