The Spice Route of Indonesian Iftar: Perjalanan Rasa Ramadan di Hotel Tugu Malang

Dalam semangat Ramadan 1447H, Hotel Tugu Malang menghadirkan perjalanan kuliner ‘The Spice Route of Indonesian Iftar’ di Melati Restaurant dan Saigonsan Garden Café by Kawisari. Di tengah atmosfer her

Februari 22, 2026 - 11:00
The Spice Route of Indonesian Iftar:  Perjalanan Rasa Ramadan di Hotel Tugu Malang

MALANG Dalam semangat Ramadan 1447H, Hotel Tugu Malang menghadirkan perjalanan kuliner ‘The Spice Route of Indonesian Iftar’ di Melati Restaurant dan Saigonsan Garden Café by Kawisari. Di tengah atmosfer heritage yang sarat koleksi seni dan kisah sejarah, momen berbuka puasa dirayakan dengan kehangatan dan sentuhan budaya yang eksklusif. 

Sejak berabad-abad lalu, Nusantara dikenal dunia sebagai pusat jalur rempah yang menghubungkan Timur dan Barat, mempertemukan budaya, rasa, dan tradisi di satu persinggahan. Pertemuan tersebut melahirkan akulturasi kuliner yang kaya dari hidangan Minang yang pekat rempah hingga sentuhan Peranakan yang lembut dan berlapis rasa. Konsep The Spice Route of Indonesian Iftar terinspirasi dari sejarah inilah, menghadirkan menu yang menelusuri jejak rempah sekaligus merayakan warisan budaya dalam satu rangkaian berbuka.

“Ramadhan di Melati dan SaigonSan restaurant adalah perjalanan rasa yang membawa kita kembali pada akar sejarah rempah Indonesia, sekaligus merayakan kebersamaan dalam suasana yang hangat dan penuh makna,” ujar Budi Sesario, Media Relation Hotel Tugu Malang.

Setiap tamu diawali dengan Complimentary Cascara Ginger Hot Tea, terinspirasi dari jejak perdagangan kopi dan rempah yang pernah menghubungkan Jawa dengan dunia. Jejak Rempah di Dalam Kurma menghadirkan premium medjool dates sebagai simbol keramahan jalur dagang Timur Tengah, berpadu kacang mete dan kayu manis yang dahulu menjadi komoditas berharga Nusantara. Kunyit Asam Kalamansi serta ragam kolak tradisional merefleksikan dapur Jawa yang kaya santan dan gula aren sebagai warisan rasa turun-temurun.

Hotel-Tugu-Malang.jpg

Ada lagi Gohu Ikan Ternate membawa ingatan pada Maluku, tanah rempah yang pernah diperebutkan bangsa-bangsa Eropa. Ketan Bara Sungai dan Udang Goreng Asam Paya menghadirkan kisah pedalaman Kalimantan dengan tradisi asap dan asam liar yang khas. Ayam Rempah Jalur Pesisir, Asinan Rempah Dua Tanah, Truffle Soto of Batavia, dan Gulai Kambing Padang menuturkan pertemuan budaya pesisir dari Batavia hingga Ranah Minang.

Tak kalah nikmat, Short Ribs Rendang Padang mencerminkan kearifan Minangkabau dalam meracik rempah untuk perjalanan panjang para perantau. Sate Maranggi, Mie Aceh, Bebek Betutu, dan Papua Dancing Fish menggambarkan warna wilayah Priangan, pengaruh Timur Tengah di Aceh, hingga kekayaan Bali dan Papua dalam satu meja. Nasi Kebuli Baba Hussain dan Nasi Uduk Tugu Batavia mempertemukan jejak Arab, Peranakan, dan Betawi sebagai miniatur sejarah Nusantara.

Sebagai penutup, Bulan di Hulu & Hilir melambangkan perjalanan rempah dari hulu ke hilir dalam paduan ketan hitam, kelapa, dan kecombrang. Pudding Gula Aren dengan es krim kelapa muda mengingatkan pada kejayaan komoditas tropis yang membentuk identitas kuliner Indonesia. Di Hotel Tugu Malang, setiap sajian Ramadan menjadi perjalanan rasa yang merayakan sejarah, budaya, dan kebersamaan dalam suasana hangat penuh makna.

Untuk informasi dan reservasi dapat langsung menghubungi Hotel Tugu Malang di (0341) 363-891 atau melalui Whatsapp - +62 813-3491-9097, Melati Restaurant - +62 822-3126-3723 atau bisa juga melalui direct message ke akun Instagram @hoteltugu_malang dan @melatirestaurant_tugu, serta official website www.tuguhotels.com. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow