Sweet 17 Fakultas Vokasi UB, Fokus Pengembangan SDM dan Perkuat Ekosistem
Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya (UB) merayakan Dies Natalis ke-17 dengan menggelar tasyakuran sekaligus pengajian yang dilaksanakan dengan khidmat.
MALANG - Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya (UB) merayakan Dies Natalis ke-17 dengan menggelar tasyakuran sekaligus pengajian yang dilaksanakan dengan khidmat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung FV Kampus 2 Dieng, Selasa (30/6/2026).
Dekan Fakultas Vokasi, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., Ph.D menjelaskan bahwa saat ini FV UB berfokus pada arah pertumbuhan, investasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan tata kelola fakultas.
“Jadi sekarang sudah saatnya fase pertumbuhan dan investasi pengembangan SDM serta penguatan sistem,” jelasnya dalam sambutan.
Selain itu, penguatan relasi (networking) juga menjadi penting karena fakultas tidak dapat bekerja sendiri. Ia mengatakan bahwa kunci dari adanya kepemimpinan adalah transparansi.
“FV sudah berkomitmen transparan dalam tata kelolanya, baik anggaran, pengambilan keputusan, semua melibatkan sivitas akademika,” tambahnya.
Ia juga mendorong sivitas akademika FV UB untuk siap dan adaptif dalam menghadapi perubahan yang ada. Tidak hanya perubahan lingkungan kampus, tetapi juga regulasi, IKU, dan sebagainya.
Terakhir, dekan juga mengingatkan ke seluruh sivitas untuk tetap bersyukur di tengah perjuangan membangun Fakultas Vokasi.
“Saya ingin kita tetap bersyukur di tengah perjuangan ini, karena janji Allah barang siapa yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Pendidikan Vokasi 2009, Prof. Dr. Ir. Mochammad Munir, M.S., mengenang proses panjang berdirinya Pendidikan Vokasi di Universitas Brawijaya. Ia mengungkapkan, pada awal perintisannya, konsep pendidikan vokasi belum sepenuhnya mendapat dukungan karena dinilai belum menjadi bagian dari pengembangan universitas. Namun, melalui berbagai upaya dan komitmen para perintis, Program Pendidikan Vokasi akhirnya resmi berdiri pada 2009.
“Melalui kerja keras bersama, Program Pendidikan Vokasi akhirnya dapat berdiri pada 2009 dan berkembang hingga seperti sekarang,” ujarnya di hadapan para tenaga kependidikan.
Prof. Munir berpesan agar sivitas akademika tidak ragu untuk memulai berbagai inovasi. Menurutnya, meskipun pendidikan vokasi sempat belum dikenal luas, kini keberadaannya semakin diterima masyarakat dan perlu terus diperkuat serta dikembangkan di masa mendatang.
Tak hanya itu, Wakil Rektor V UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo SE.,M.Si., Ak yang turut menghadiri tasyakuran tersebut juga menjelaskan terkait pembentukan Fakultas Vokasi yang merupakan hasil perjuangan panjang sejak UB berstatus PTNBH, dengan tujuan mempercepat pengembangan pendidikan vokasi.
“Perubahan status dari program menjadi fakultas dapat membuka peluang Vokasi UB untuk berkembang lebih besar dan sejajar dengan perguruan tinggi lain,” tambah mantan Dekan FV UB periode 2021-2023 tersebut.
Lebih lanjut, ia mengajak sivitas akademika Vokasi untuk tidak melupakan sejarah perjuangan pembentukan fakultas serta melanjutkan penguatan tata kelola yang telah dibangun.
Prof. Unti juga menyinggung pembangunan Fakultas Vokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang. Menurutnya, itu adalah langkah untuk mendorong pertumbuhan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Universitas Brawijaya. (*)
Apa Reaksi Anda?