Sungai Code Dibersihkan, Wali Kota Yogyakarta Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Lingkungan
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi besar antara pemerintah, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan warga untuk menciptakan sungai yang bersih.
YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen serius menjaga lingkungan.
Komitmen itu diwujudkan dengan menggelar kerja bakti massal membersihkan Sungai Code di kawasan Dam Tungkak, Brontokusuman, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi besar antara pemerintah, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan warga untuk menciptakan sungai yang bersih sekaligus membangun kesadaran baru tentang pengelolaan sampah.
Ratusan peserta turun langsung ke bantaran sungai. Mereka terdiri dari anak-anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Juga hadir, warga sekitar bantaran Sungai Code, Kampung Tangguh Bencana, petugas ulu-ulu sungai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, hingga personel Satpol PP Kota Yogyakarta.
Aksi bersih sungai tersebut merupakan implementasi kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dan PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta di bidang lingkungan hidup.
Tidak hanya fokus pada pengangkatan sampah, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan sungai.
Tak Sekadar Bersihkan Sampah
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan gerakan bersih Sungai Code memiliki makna lebih besar dibanding sekadar membersihkan sampah.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari rekonstruksi sosial untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.
“Maknanya bukan hanya sungainya menjadi bersih secara fisik, tetapi bagaimana kita mengubah perilaku masyarakat,” ujar Hasto saat memantau kegiatan kerja bakti.
"Ini yang jauh lebih penting. Pemerintah Kota sedang menggalakkan rekonstruksi sosial agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai," imbuhnya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa sangat strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan sungai.
Hasto juga menegaskan Pemkot Yogyakarta telah menjalankan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS yang melibatkan para juru pilah sampah (Jumilah). Ia meminta seluruh lurah hingga masyarakat bantaran sungai aktif menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
Menurutnya, tanggung jawab kebersihan sungai tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Bahkan ia mengingatkan agar rumput liar dan sampah di area sungai menjadi perhatian serius setiap wilayah.
Kolaborasi Bareng Kampus
Dalam kesempatan itu, Hasto juga mendorong konsep kolaborasi 'One Village One Sister University' agar kampus memiliki tanggung jawab pendampingan di kawasan tertentu, termasuk bantaran sungai.
Ia berharap UAD dapat mengelola segmen tertentu di sepanjang Sungai Code untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih menarik dan produktif. Mulai dari penataan taman, mural, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis sungai.
“Kalau perlu nanti ada pelabuhan kecil atau destinasi kecil di tepi sungai. Sungai ini harus menjadi ruang hidup masyarakat yang nyaman dan menarik,” katanya.
Hasto mengungkapkan dirinya baru melakukan susur Sungai Code beberapa hari sebelumnya untuk memantau kondisi sungai secara langsung.
Dari hasil pemantauan itu, Pemkot Yogyakarta memiliki harapan besar menjadikan Sungai Code sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Yogyakarta.
Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah wisata arung jeram di Sungai Code. Menurutnya, kondisi sungai yang bersih dan tertata akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Ia juga menyinggung program penataan kawasan sungai dengan konsep “Mundur, Munggah, Madhep Kali”, yakni rumah-rumah warga diupayakan tidak lagi membelakangi sungai.
Dengan konsep tersebut, lingkungan sungai diharapkan menjadi lebih sehat, bersih, mudah diakses kendaraan darurat, sekaligus memiliki nilai estetika yang lebih baik.
“Harapannya nanti sepanjang Sungai Code bisa lebih mudah diakses. Rumah-rumah tidak membelakangi sungai sehingga masyarakat semakin peduli dan tidak membuang limbah ke sungai,” jelasnya.
Bentuk Nyata Peduli Lingkungan
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Muhammadiyah dan Pemkot Yogyakarta dalam kegiatan tersebut.
Menurut Aris, kerja bakti ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus sarana pendidikan karakter bagi mahasiswa dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada aksi simbolis semata, tetapi terus berlanjut melalui pendampingan kawasan tertentu oleh mahasiswa UAD agar bantaran Sungai Code semakin bersih, rapi, dan nyaman.
“Ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa sungai yang bersih sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Sekaligus mendidik mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam aksi bersih-bersih tersebut, peserta berhasil mengangkat berbagai jenis sampah dari aliran Sungai Code. Mulai dari sampah plastik, kain bekas, hingga limbah rumah tangga yang selama ini mencemari sungai.
Kolaborasi besar antara pemerintah, organisasi masyarakat, kampus, dan warga ini diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya baru menjaga sungai di Kota Yogyakarta.
Dengan keterlibatan banyak pihak, Sungai Code diharapkan tak hanya bersih dari sampah, tetapi juga mampu berkembang menjadi ruang publik dan destinasi wisata yang membanggakan. (*)
Apa Reaksi Anda?