Sungai Batanghari Jadi Nafas Film Mantagi, Misteri Spiritual dari Hulu ke Pesisir Jambi

Film Mantagi “Air dan Manusia” angkat budaya Melayu Jambi dengan Sungai Batanghari sebagai poros cerita. Misteri spiritual ini memotret relasi manusia dan alam dari hulu ke pesisir.

Februari 19, 2026 - 14:57
Sungai Batanghari Jadi Nafas Film Mantagi, Misteri Spiritual dari Hulu ke Pesisir Jambi

JAMBI Sutradara Taufik Hidayat Rusti mengangkat kekayaan budaya Melayu Jambi melalui film Mantagi “Air dan Manusia” dengan menjadikan Sungai Batanghari sebagai poros utama cerita. Sungai terpanjang di Sumatera itu diposisikan bukan sekadar latar, melainkan simpul yang merangkai perjalanan narasi.

"Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah wilayah yang dilintasi Batanghari, mulai dari Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, hingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur," kata Taufik, di Taman Budaya, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (17/2/2026).

Keempat daerah tersebut, ujarnya, merepresentasikan bentang alam Jambi dari kawasan hulu sampai pesisir.

Perbedaan dialek, adat, serta kebiasaan masyarakat di tiap wilayah dirajut menjadi satu kisah dalam balutan genre misteri dengan sentuhan visual spiritual. Air dimaknai sebagai simbol kehidupan sekaligus refleksi relasi manusia dengan alam, menghadirkan pesan ekologis tanpa menggurui.

Film ini juga melibatkan warga setempat dalam proses produksi dan memanfaatkan properti khas daerah untuk memperkuat keaslian adegan. Aktor asal Merangin, Ide Bagus Putra, memerankan dua sisi karakter: Jamal dan representasi “hantu air” sebagai sindiran halus atas eksploitasi lingkungan.

Sejumlah aktor lokal turut membintangi film ini, di antaranya Muhammad Husni Thamrin, Azhar MJ, Didi Hariadi, Ahmad Bayu Suwarnadwipa, Ainun Ja’ariyah, Iyaas Halim, Muhamad Sultan Al Fikri, Muhammad Al Wafi, dan Haris Mualimin. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow