Sumur Sedalam 18 Meter Tanpa Penutup Nyaris Renggut Nyawa Balita di Banyuwangi
elalaian dalam pengawasan dan kurangnya faktor keamanan rumah hampir saja memicu petaka. Seorang balita perempuan berumur tiga tahun di Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, beruntung dapat s
BANYUWANGI - Kelalaian dalam pengawasan dan kurangnya faktor keamanan rumah hampir saja memicu petaka. Seorang balita perempuan berumur tiga tahun di Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, beruntung dapat selamat setelah terjatuh ke dalam sumur tanpa penutup sedalam 18 meter.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Krajan II, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, pada Kamis (18/6/2026) malam. Beruntung, korban yang diketahui berinisial MCN (3) berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh kakek korban, Edy Sukarno (61). Panik melihat cucunya terperosok ke dalam lubang sumur yang gelap dan dalam, dirinya langsung menghubungi petugas Damkarmat Sektor Genteng sekitar pukul 17.55 WIB.
"Kami menerima laporan bahwa ada seorang anak usia tiga tahun terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 18 meter. Tim langsung berangkat dan melakukan penanganan darurat di lokasi," kata Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, Jumat (19/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas segera menyiapkan perlengkapan evakuasi vertikal (vertical rescue), mulai dari tangga, tripod, katrol, tali karmantel, body harness, hingga sistem pencahayaan untuk menerangi dasar sumur yang gelap.
Sutikno mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan menurunkan tangga ke dalam sumur. Seorang petugas kemudian turun secara perlahan untuk menjangkau korban yang masih berada di dasar sumur.
"Alhamdulillah saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar dan hidup. Petugas kemudian mengamankan korban dan mengangkatnya secara perlahan ke permukaan menggunakan sistem penyelamatan yang sudah dipersiapkan," ujarnya.
Berkat kesigapan petugas, proses evakuasi yang menegangkan itu hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Tepat pada pukul 18.20 WIB, balita tersebut berhasil diangkat kembali ke permukaan.
Meski dilaporkan selamat, korban tidak sepenuhnya mulus dari cedera, dan mengalami luka-luka. Sehingga usai dievakuasi balita malang tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban mengalami luka gores pada bagian punggung kanan atas dan lutut kanan. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RS Huda untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut," terang Sutikno.
Keberhasilan aksi penyelamatan ini merupakan buah dari respons cepat petugas Damkarmat, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran), aparat kepolisian, staf kecamatan, serta kekompakan warga sekitar yang sigap membantu di lokasi.
Belajar dari insiden yang nyaris merenggut nyawa seorang balita ini, Damkarmat Banyuwangi memberikan peringatan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki anak kecil di rumah. Dimana pengawasan orang tua di lingkungan yang bahaya termasuk memastikan lingkungan ramah bagi anak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan area sumur memiliki penutup dan pengaman yang memadai agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di rumah yang memiliki anak-anak," tutur Sutikno. (*)
Apa Reaksi Anda?