Sukses Ala Gen Z: Dosen UNIPMA Sampaikan Strategi Survival Karir di Politeknik Negeri Madiun

Tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era digital kembali menjadi sorotan dalam pengembangan karir Gen Z. Politeknik Negeri Madiun menggelar seminar bertajuk “Survival Karier Gen Z di Era D

Juni 29, 2026 - 10:38
Sukses Ala Gen Z: Dosen UNIPMA Sampaikan Strategi Survival Karir di Politeknik Negeri Madiun

MADIUN - Tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era digital kembali menjadi sorotan dalam pengembangan karir Gen Z. Politeknik Negeri Madiun menggelar seminar bertajuk “Survival Karier Gen Z di Era Digital: Upgrading Potensi dan Skill untuk Menjadi Lulusan yang Bersaing dan Berdampak”. Kegiatan utama dimulai bulan 29 Mei 2026, dan proses upgrading skill sampai saat ini masih terus dilakukan. Acara ini sukses menarik perhatian mahasiswa dari berbagai program studi terutama Gen Z. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., kepala Divisi Prestasi Mahasiswa dari Universitas PGRI Madiun yang juga dikenal aktif dalam pengembangan literasi digital, inovasi pembelajaran, dan pelatihan karir. Dalam pemaparannya, Dr. Linda menekankan bahwa Gen Z tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki kombinasi keterampilan teknis, komunikasi, dan kemampuan adaptasi yang kuat.

Transformasi digital telah mengubah pola rekrutmen tenaga kerja secara signifikan. Perusahaan kini lebih mengutamakan kandidat yang mampu menunjukkan portofolio, pengalaman proyek, dan kemampuan problem solving dibandingkan sekadar nilai akademik.

“Karier bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana seseorang membangun perjalanan kompetensi secara berkelanjutan,” ungkap Dr Linda dalam sesi pemaparan.

Seminar ini juga menyoroti kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Banyak lulusan perguruan tinggi masih mengalami culture shock ketika memasuki dunia kerja karena perbedaan tuntutan yang cukup signifikan. 

Di kampus, mahasiswa cenderung berorientasi pada teori dan nilai, sementara di dunia kerja menuntut kecepatan eksekusi, kolaborasi lintas tim, serta kemampuan komunikasi yang efektif.

Dalam sesi diskusi interaktif, narasumber mengangkat studi kasus sederhana mengenai kegagalan adaptasi seorang pekerja muda di lingkungan kerja digital. Kasus tersebut kemudian didiskusikan bersama peserta untuk mengidentifikasi kesalahan utama, mulai dari lemahnya komunikasi, minimnya inisiatif, hingga kurangnya pemahaman terhadap dinamika kerja berbasis teknologi. 

unipma
Foto bersama narasumber dan peserta seminar. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Antusiasme peserta seminar terlihat aktif mengikuti diskusi, terutama ketika pembahasan mengarah pada strategi praktis membangun karier sejak masih kuliah. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain pentingnya membangun personal branding digital, aktif dalam organisasi, mengikuti program magang, hingga mengembangkan keterampilan berbasis teknologi seperti data literacy dan digital marketing.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya growth mindset sebagai fondasi utama dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang cepat. Menurutnya, lulusan yang sukses bukanlah mereka yang paling pintar secara akademik, melainkan mereka yang paling cepat belajar dan beradaptasi terhadap perubahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia industri 4.0 dan society 5.0. Seminar semacam ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan kerja, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai arah pengembangan karier mereka.

Dalam diskusi penutup, peserta diajak untuk merefleksikan kesiapan diri masing-masing. Pertanyaan-pertanyaan reflektif seperti “Apa yang sudah saya siapkan untuk karier saya?” dan “Apakah keterampilan saya relevan dengan kebutuhan industri saat ini?” menjadi bahan evaluasi yang cukup mendalam bagi mahasiswa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang dialog aktif antara akademisi dan mahasiswa mengenai masa depan karier di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu pengembangan karier masih menjadi topik yang sangat relevan dan dibutuhkan, terutama bagi generasi muda yang akan segera memasuki dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif. “Sangat menarik dan membuka wawasan kami, pentingnya membangun peluang kakrir sejak bangku kuliah” ungkap Arkana, mahasiswa Politeknik Negeri Madiun. 

Adanya seminar ini, diharapkan mahasiswa mampu memiliki perspektif yang lebih luas mengenai karier, tidak hanya sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai proses panjang pengembangan diri yang berkelanjutan. Dunia kerja yang terus berubah menuntut generasi muda untuk tidak berhenti belajar, terus berinovasi, dan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu sinergi antara Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) dan Politeknik Negeri Madiun semakin erat dalam menghasilkan talenta inovatif di masa depan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow