Storytelling hingga Maket Budaya, Cara Mahasiswa KKN UNMER Tingkatkan Kreativitas Siswa

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka/ UNMER Malang Kelompok 35 melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Maret 16, 2026 - 10:00
Storytelling hingga Maket Budaya, Cara Mahasiswa KKN UNMER Tingkatkan Kreativitas Siswa

MALANG Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka/ UNMER Malang Kelompok 35 melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Adisti Safrilia, ST., Ars., M.Ars. ini berfokus pada peningkatan literasi, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa di SDN 2 Sidorahayu.

Program diawali dengan observasi dan koordinasi bersama pihak sekolah untuk memahami kondisi pembelajaran dan karakteristik siswa. Berdasarkan hasil tersebut, mahasiswa merancang beberapa kegiatan, yaitu storytelling untuk kelas 1 dan 2, pembuatan majalah dinding (mading) bertema makanan sehat dan stop bullying untuk kelas 3 dan 4, serta pembuatan maket rumah adat untuk kelas 5.

Dalam kegiatan storytelling, mahasiswa memutar video dongeng seperti legenda Candi Pari dan cerita Timun Mas, kemudian membacakannya secara ekspresif di depan kelas. Siswa juga diajak menjawab pertanyaan dan menceritakan kembali isi cerita untuk melatih kemampuan menyimak dan rasa percaya diri.

CDN Image

Mahasiswa juga mengajak siswa membuat mading bertema makanan sehat dan stop bullying. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenal pola hidup sehat sekaligus memahami pentingnya menghentikan perilaku perundungan di lingkungan sekolah.

Selain itu, siswa kelas 5 mengikuti kegiatan pembuatan maket rumah adat Minangkabau secara berkelompok menggunakan bahan sederhana seperti stik es krim dan lem. Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.

Ketua Kelompok KKN 35, Balin dari Program Studi Manajemen, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Secara umum, program tersebut mendapat respons positif dari siswa maupun guru karena mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow