Standar Kualitas Diperketat, LPTQ Cianjur Pacu Persiapan Mutu Penyelenggaraan MTQH ke-48
Mutasi Kepala BPN Sleman Imam Nawawi ke jabatan fungsional dipercepat usai aksi demonstrasi layanan pertanahan. Ia mengaku pemanggilan Menteri ATR/BPN turut menjadi bagian proses tersebut.
CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama lembaga terkait mulai memperketat pengawasan dan pematangan rencana kerja menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-48 tingkat kabupaten.
Fokus utama saat ini diarahkan pada kesiapan wilayah penunjang di Kecamatan Pagelaran yang ditunjuk sebagai pusat seluruh rangkaian kegiatan keagamaan akbar tersebut pada tahun 2026.
Langkah taktis guna menyamakan frekuensi kerja ini diwujudkan melalui agenda Rapat Koordinasi Panitia Penyelenggara Pra MTQH XLVIII yang dilangsungkan di Gedung Bale Praja Kabupaten Cianjur pada hari Jumat (12/6/2026).
Pertemuan intensif tersebut mempertemukan seluruh jajaran panitia inti, jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Cianjur, serta para penanggung jawab unit kerja teknis guna memastikan target persiapan berjalan tanpa hambatan.
Ketua Panitia MTQH XLVIII Tingkat Kabupaten Cianjur, H. Awaludin, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa kelancaran acara ini tidak boleh hanya bertumpu pada kesiapan para kafilah yang bertanding, melainkan harus ditopang oleh koordinasi yang kokoh di internal kepanitiaan.
Pembahasan dalam rapat mencakup seluruh aspek vital logistik dan teknis, mulai dari mekanisme penjurian, manajemen pemondokan kafilah, ketersediaan konsumsi, pengaturan moda transportasi, posko kesehatan, sistem pengamanan wilayah, hingga strategi dokumentasi harian.
“MTQH merupakan agenda keagamaan yang memiliki nilai strategis dalam upaya membumikan Al-Qur'an dan Hadits di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh panitia harus bekerja secara profesional, terencana, dan penuh tanggung jawab agar pelaksanaan kegiatan berjalan sukses,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., memberikan catatan bahwa orientasi dari kompetisi ini jauh melampaui urusan menang atau kalah dalam seni membaca Kitab Suci.
Menurut penuturannya, bahwa esensi utama dari perhelatan MTQH ini adalah pembentukan karakter generasi muda Islam yang memiliki kedalaman ilmu dan moralitas yang kokoh.
Ruhli juga menaruh harapan besar agar momentum MTQH kali ini mampu merekatkan jalinan persaudaraan di antara seluruh perwakilan kecamatan yang datang ke lokasi acara.
Lebih dari itu, ajang ini ditargetkan menjadi kawah candradimuka untuk menyaring bibit unggul qari, qariah, hafiz, hafizah, hingga mufassir yang siap membawa nama baik Cianjur ke kancah yang lebih tinggi.
Melalui komitmen koordinasi yang terus dijaga, panitia menyatakan optimisme tinggi bahwa MTQH XLVIII Kabupaten Cianjur 2026 akan melahirkan standar baru penyelenggaraan yang tertib dan bermutu.
"Keberhasilan ini nantinya diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas spiritualitas serta daya saing masyarakat Cianjur yang berakhlak mulia," imbuhnya.
Kolaborasi aktif dari jajaran birokrasi, pengurus LPTQ, pihak keamanan, serta elemen masyarakat Cianjur diyakini menjadi kunci utama terwujudnya syiar Islam yang berdampak luas bagi kemaslahatan umat.(*)
Apa Reaksi Anda?