Staf Khusus Menag Hadiri Peresmian Kampung Kerukunan Toraja, di Tangerang Banten
Peresmian Kampung Kerukunan dan Gedung Sadudulur menjadi penanda kuat upaya masyarakat dalam merawat toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
TANGERANG - Peresmian Kampung Kerukunan dan Gedung Sadudulur menjadi penanda kuat upaya masyarakat dalam merawat toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
Inisiatif yang lahir dari prakarsa warga Tana Toraja Tangerang ini dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Gereja Toraja yang digelar di Getorta Land, Kampung Bojong Kamal, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten (19/4).
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar, Pdt Sabara, Pdt Adrial, Ketua Panitia dr. Heber, tokoh masyarakat Adrial Rumengan, Prof Yes, serta Benyamin Patondok bersama unsur masyarakat setempat.
Dalam ceramahnya, Gugun Gumilar menegaskan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Mengangkat pesan dari Ibrani 13:1–8, ia menyampaikan, “Kasih persaudaraan harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari, karena dari situlah lahir kepedulian dan sikap saling menerima di tengah perbedaan.”
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Kampung Kerukunan merupakan langkah konkret dalam membangun harmoni sosial. “Kerukunan tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan dalam ruang hidup bersama yang inklusif, di mana masyarakat dapat belajar, berinteraksi, dan bertumbuh bersama,” ujar Gugun.
Kampung Kerukunan yang diresmikan ini dirancang sebagai ruang terpadu bagi penguatan masyarakat melalui berbagai program, meliputi pusat pendidikan, sarana olahraga, pengembangan eco-religious tourism, kampung kerukunan, serta pelestarian budaya dan adat istiadat.
Program-program ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Gugun Gumilar juga menyampaikan empat poin penting pengembangan kawasan, yaitu: peresmian Gedung Sadulur (House of Brotherhood), penguatan pusat pendidikan, pembangunan Faith Sport Center, serta pengembangan Echotheology Tourism Center sebagai bagian dari integrasi nilai keagamaan, lingkungan, dan sosial dalam satu kawasan terpadu.
Momentum perayaan HUT ke-26 Gereja Toraja turut diwarnai dengan ucapan syukur dan harapan agar gereja terus menjadi pelopor dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, serta memperkuat nilai-nilai kasih dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Dengan peresmian ini, masyarakat Tanah Toraja mengirimkan pesan kuat kepada publik nasional bahwa kerukunan bukan sekadar wacana, melainkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, komitmen bersama, dan penghormatan terhadap keberagaman. (*)
Apa Reaksi Anda?