SMAN 1 Kepanjen Malang Gelar Parade Ethnic Fashion, Angkat Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal

SMAN 1 Kepanjen menggelar parade ethnic fashion dalam Grand Final Mas dan Mbak Smaneka 2026, menampilkan kreativitas pelajar berbasis budaya dan limbah daur ulang.

April 30, 2026 - 15:00
SMAN 1 Kepanjen Malang Gelar Parade Ethnic Fashion, Angkat Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal

MALANG - Lapangan upacara SMAN 1 Kepanjen (Smaneka), Kabupaten Malang, menjadi panggung terbuka ajang parade ethnic fashion pelajar, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Smaneka 2026.

Dalam parade tersebut, 12 pasangan pelajar yang terdiri dari perwakilan kelas X dan XI tampil dengan kostum bertema etnik yang beragam. Mereka melintasi karpet merah di hadapan ratusan siswa yang memadati tribun dan memberikan sorakan antusias.

Kostum yang ditampilkan mengangkat tema cerita pegunungan Nusantara hingga tokoh pewayangan seperti Rama dan Shinta. Seluruh peserta tampil dengan kreativitas tinggi yang memadukan unsur budaya dan seni pertunjukan.

Menariknya, sebagian besar properti panggung dan aksesori acara dibuat dari bahan limbah yang didaur ulang dan disulap menjadi dekorasi bernilai estetika.

“Acara ini kegiatan pembelajaran di luar kelas yang berdampak di SMAN 1 Kepanjen, diterapkan dalam bentuk kegiatan kreatif outdoor learning oleh anak-anak sendiri,” ujar Kepala SMAN 1 Kepanjen, Fadilah Umi Maisyaroh, M.Pd., Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, konsep etnik dalam kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah dan kearifan lokal.

SMAN 1 Kepanjen

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kesadaran hidup sehat, bersih, serta kepedulian terhadap lingkungan hijau melalui pemilihan Mas dan Mbak Smaneka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kepanjen, Galih Titi Miharja, menjelaskan bahwa kegiatan pemilihan duta ini juga menampilkan pameran kostum hasil karya desain siswa yang dikenakan oleh pasangan finalis.

“Rangkaian pemilihan duta Mas dan Mbak ini sudah dilakukan selama dua bulan. Mulai perencanaan sampai pelaksanaan, langsung dikerjakan secara kolaborasi OSIS dan MPK,” katanya.

Sebanyak 10 pasangan finalis tampil dalam berbagai sesi penilaian di hadapan tiga dewan juri. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengumuman dan penobatan Mas dan Mbak Smaneka 2026 serta beberapa kategori duta lainnya.

Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas siswa sekaligus penguatan karakter, budaya, dan kepedulian lingkungan di lingkungan sekolah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow