Situasi Geopolitik Global Mencekam, Menag RI Ajak Ormas Islam Perkuat Persatuan
Menurut Menag, kondisi dunia saat ini menghadapi berbagai ketegangan yang memerlukan sikap bijak dan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. termasuk umat beragama.
JAKARTA Menteri Agama RI (Menag RI) Nasaruddin Umar mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk terus memperkuat persatuan dan solidaritas umat di tengah dinamika geopolitik global.
Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Ormas Islam bersama Menteri Agama di Rumah Dinas Menteri Agama, Jalan Denpasar III, Kuningan, Jakarta Selatan.
Acara yang dihadiri pakar tafsir Al-Quran M. Quraish Shihab tersebut, ia menyampaikan, kondisi dunia saat ini menghadapi berbagai ketegangan yang memerlukan sikap bijak dan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. termasuk umat beragama.
Ia menilai Indonesia patut bersyukur karena tetap berada dalam situasi yang relatif stabil di tengah berbagai tantangan global.
“Kita patut bersyukur kepada Allah Swt. karena meskipun geopolitik internasional sedang mencekam di berbagai kawasan, Indonesia masih berada dalam keadaan yang relatif stabil,” katanya dikutip TIMES Indonesia, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, stabilitas tersebut tidak terlepas dari upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan nasional.
Menurutnya, kondisi ini perlu dijaga dengan memperkuat solidaritas sosial dan memperbanyak ikhtiar spiritual, terutama di bulan suci Ramadan.
“Masjid-masjid kita hidupkan dengan doa, sholat tahajud, dan sholat hajat agar bangsa kita dijauhkan dari konflik serta diberi kedamaian,” kata Menag Nasaruddin.
Menurutnya, Ramadan memiliki makna spiritual yang sangat kuat dalam sejarah Islam. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan suci ini yang menunjukkan bahwa kekuatan besar muncul dari keimanan, kesabaran, dan persatuan umat.
Ia menuturkan bahwa berbagai peristiwa bersejarah dalam peradaban Islam terjadi pada bulan Ramadan, termasuk kemenangan-kemenangan besar yang menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki peran penting dalam membangun peradaban dan menjaga keteguhan umat.
“Sejarah menunjukkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Banyak peristiwa besar terjadi pada bulan ini, termasuk penaklukan Kota Makkah yang berlangsung tanpa pertumpahan darah,” jelasnya.
Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan. Ia menilai masyarakat tidak perlu saling melemahkan, tetapi justru harus saling menguatkan demi menjaga keutuhan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Menag juga menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam percaturan global karena mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai negara.
Sikap moderat dan terbuka ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.
Ia menilai peran Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, dialog, dan moderasi menjadi modal penting dalam merawat stabilitas nasional sekaligus berkontribusi pada upaya perdamaian global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam tingkat pusat. (*)
Apa Reaksi Anda?