Siswa MAN Kota Banjar Unjuk Gigi di LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Jabar
Berlangsung di Mercure Bandung City Centre, ajang ini menjadi panggung bagi siswa madrasah untuk membuktikan kapasitas mereka dalam memahami fondasi bernegara.
BANJAR - Semangat nasionalisme dan jiwa kompetitif tampak jelas dari delegasi Madrasah Aliyah Negeri atau MAN Kota Banjar saat berlaga di ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Berlangsung di Mercure Bandung City Centre, ajang ini menjadi panggung bagi siswa madrasah untuk membuktikan kapasitas mereka dalam memahami fondasi bernegara.
Kehadiran MAN Kota Banjar dalam kompetisi ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi dunia pendidikan madrasah di wilayah tersebut.
Sebagai satu-satunya madrasah yang berhasil menembus seleksi tingkat provinsi, partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi pendidikan berbasis agama memiliki daya saing yang setara dengan sekolah umum lainnya.
Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
Bagi para siswa, lomba ini bukan sekadar mengejar piala. Salsa Bella Kusna Anggraini, S.Pd., selaku guru Pendidikan Pancasila sekaligus pembimbing tim, menegaskan bahwa keikutsertaan ini adalah bagian dari strategi penguatan karakter siswa.
"Tujuan utama kami adalah menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam diri murid. Melalui ajang ini, siswa belajar untuk lebih berani, percaya diri, dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas," tutur Salsa.
Meskipun harus mengakui keunggulan lawan dan belum berhasil melangkah ke babak final, tim MAN Kota Banjar telah menunjukkan performa yang solid.
Persiapan yang matang dan kerja sama tim yang kompak menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi kompetisi-kompetisi mendatang.
Apresiasi Kemenag: Madrasah Pilar Generasi Emas
Pencapaian siswa MAN Kota Banjar ini mendapatkan sambutan hangat dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam LCC 4 Pilar adalah bukti nyata integrasi pendidikan keagamaan dan semangat nasionalisme.
"Madrasah kini membuktikan diri mampu menjadi laboratorium untuk menumbuhkan jiwa religius sekaligus nasionalis. Pengalaman ini adalah investasi berharga bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi emas yang berdaya saing," ungkap H. Ahmad Fikri.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.
Hal ini sejalan dengan visi Kemenag dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi moral dan cinta tanah air yang kokoh.
Dengan berakhirnya perhelatan ini, MAN Kota Banjar membawa pulang pengalaman berharga yang diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya.
Ke depan, pihak madrasah optimis dapat terus menorehkan prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, guna membawa nama harum Kota Banjar di kancah yang lebih luas. (*)
Apa Reaksi Anda?