Sinergi UMKM dan Wisata Religi; UMARA Madiun Padukan Halalbihalal dengan Jelajah Sejarah
Bagi UMARA, momen ini bukan sekadar saling memaafkan usai Lebaran. Ada agenda memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
MADIUN - Hangat, guyub, sekaligus produktif. Begitu suasana yang terasa di Sekretariat Komunitas UMKM Maju Sejahtera (UMARA), Jalan Tanjungraya, Kota Madiun.
Puluhan pelaku usaha berkumpul dalam satu rangkaian acara halalbihalal yang tidak berhenti pada seremoni, tapi berlanjut ke wisata religi bernuansa edukatif.
Bagi UMARA, momen ini bukan sekadar saling memaafkan usai Lebaran. Ada agenda yang lebih jauh, memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Dorong UMKM Melek Digital
Di sela kegiatan, para anggota juga mendapat penguatan wawasan, khususnya terkait pemasaran digital. Mulai dari cara membangun branding hingga membuat konten visual yang menarik untuk media sosial.
Langkah ini dinilai penting. Pasalnya, banyak pelaku UMKM masih bertumpu pada pemasaran konvensional. Padahal, pasar digital membuka peluang yang jauh lebih luas.
Sebagai bentuk apresiasi, pengurus UMARA juga memberikan penghargaan kepada anggota yang aktif mempromosikan produknya secara online. Harapannya, semangat ini bisa menular dan memperkuat ekosistem usaha mikro di Kota Madiun.
Jelajah Religi Naik Bus Mabour
Usai halalbihalal, sekitar 80 peserta bergerak menuju Jalan Jawa. Dari sana, mereka memulai perjalanan wisata religi menggunakan Bus Mabour (Madiun Bus on Tour).
Program ini merupakan hasil kolaborasi UMARA dengan Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perhubungan serta Disbudparpora.
Ketua Umum UMARA, Masithah, menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut.
“Kami berterima kasih atas fasilitas dari pemerintah. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk ikut mengenalkan potensi wisata sejarah Madiun, baik ke masyarakat lokal maupun luar daerah,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Perjalanan dimulai dari Masjid Kuncen dan berakhir di Masjid Kuno Taman. Di dua titik ini, peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai sejarah dan nilai-nilai yang melekat pada kawasan tersebut.
Lurah Kuncen, Heri Soebagijo, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap pengembangan wisata heritage di wilayahnya terus ditingkatkan, terutama dari sisi pelayanan dan kenyamanan pengunjung.
Belanja UMKM, Hidupkan Ekonomi Lokal
Tak sekadar berkunjung, rombongan UMARA juga ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar. Mereka memborong berbagai produk UMKM yang dijajakan di lokasi wisata.
Di kawasan Masjid Kuno Taman, peserta juga menyempatkan melihat pameran produk daur ulang dari kelompok P2L. Beragam kerajinan berbahan ramah lingkungan menjadi daya tarik tersendiri.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Madiun, Yoga Pratomo, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis.
“Ini bentuk integrasi antara budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif. Harapannya bisa meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Peserta Nyaman dan Berkesan
Respons peserta pun positif. Suyatmi, pelaku usaha kue kering, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang rapi dan nyaman.
“Biasanya ziarah sendiri-sendiri, ini bisa bareng dan lebih terarah,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Nana, produsen sambal pecel. Ia menilai fasilitas Bus Mabour cukup representatif, bahkan cocok untuk wisata keluarga.
Menutup kegiatan, Masithah menegaskan komitmen UMARA untuk terus menghadirkan program yang berdampak nyata.
Bagi mereka, UMKM tidak cukup hanya bertahan. Harus naik kelas dengan kolaborasi, inovasi, dan keberanian masuk ke pasar yang lebih luas. (*)
Apa Reaksi Anda?