Siklon Tropis Bavi Picu Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Warga Indonesia Timur Waspada
BMKG mengingatkan potensi angin kencang dan gelombang laut hingga 4 meter akibat Siklon Tropis Bavi. Warga di Indonesia timur diminta meningkatkan kewaspadaan.
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia bagian timur akibat aktivitas Siklon Tropis Bavi. Masyarakat, terutama yang beraktivitas di kawasan pesisir dan perairan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa meski pusat siklon berada di luar wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah daerah.
"Siklon Tropis Bavi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon tropis sejak 2 Juli 2026 dan mulai masuk wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 7 Juli," ujar Andri dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Empat Provinsi Berpotensi Dilanda Angin Kencang
Berdasarkan analisis BMKG, pusat Siklon Tropis Bavi saat ini berada di Laut Filipina, di sebelah utara Pulau Papua, dan bergerak ke arah barat dengan intensitas yang diperkirakan tetap berada pada kategori 4 dalam 24 jam ke depan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia timur, terutama Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.
Potensi tersebut diperkirakan masih berlangsung setidaknya hingga Rabu malam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, serta gangguan aktivitas transportasi akibat peningkatan kecepatan angin.
Gelombang Laut Capai 4 Meter
Selain angin kencang, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi gelombang laut.
Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Laut Maluku, Samudra Pasifik bagian utara Papua, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, berkisar 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal penumpang, maupun kapal berukuran kecil.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir maupun yang memiliki aktivitas di laut.
Selain itu, nelayan dan operator transportasi laut diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar serta mengikuti arahan dari otoritas setempat guna mengurangi risiko kecelakaan akibat cuaca buruk.
Dengan masih aktifnya Siklon Tropis Bavi di kawasan Laut Filipina, masyarakat di Indonesia bagian timur diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat dalam beberapa hari ke depan.(*)
Apa Reaksi Anda?