Serap Aspirasi Desa Mitra, Polbangtan Malang Siapkan Program Pengabdian Masyarakat Tepat Guna
Polbangtan Malang tengah menyiapkan program pengabdian masyarakat yang tepat guna, bersinergi dengan pemerintah desa dan penyuluh pertanian.
MALANG Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan penyuluh pertanian. Komitmen ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Stakeholder Pengabdian Masyarakat yang digelar di Ruang Sidang Lantai 3 Polbangtan Malang, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini mempertemukan kalangan akademisi dengan aparatur desa dari tiga desa mitra di wilayah Kabupaten Malang. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Bedali, Dewi Buyati; Kepala Desa Randuagung, Subadi; serta Perangkat Desa Tamanharjo, Zaenal. Turut hadir pula para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Lawang dan Singosari.
Kepala UPPM Polbangtan Malang, Eny Wahyuning Purwanti, menjelaskan bahwa rakor ini menjadi ruang diskusi untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di desa mitra. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh para dosen.
“Harapannya, kegiatan PkM dosen ini bisa memberikan dampak nyata bagi desa mitra, terutama dalam mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Eny.
Dalam sesi diskusi, para kepala desa menyampaikan berbagai dinamika dan tantangan di wilayah masing-masing. Kepala Desa Bedali, Dewi Buyati, menyoroti semakin sulitnya mencari tenaga kerja di sektor pertanian. Menurutnya, kondisi ini membuat petani membutuhkan dukungan teknologi berupa alat dan mesin pertanian yang lebih efisien serta mudah digunakan.
Sementara itu, Zaenal dari Desa Tamanharjo memaparkan kondisi wilayahnya yang didominasi kawasan permukiman. Ia menilai pengembangan peternakan skala rumahan atau urban livestock berpotensi menjadi solusi bagi masyarakat, namun tetap memerlukan pendampingan dari akademisi, khususnya dalam pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Kepala Desa Randuagung, Subadi, menawarkan Dusun Karangkunci sebagai lokasi percontohan pelaksanaan program PkM. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan akses air irigasi menjadi salah satu persoalan utama yang turut mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, para penyuluh pertanian dari Kecamatan Lawang dan Singosari menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi. Mereka berkomitmen mendampingi serta mengawal pelaksanaan program PkM dosen Polbangtan Malang agar inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara optimal di lapangan. (*)
Apa Reaksi Anda?