Seminar Nasional SATI V Unkriswina Sumba, Dari Inovasi Menuju Agroindustri Berkelanjutan
Konferensi nasional SATI V menjadi wadah yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa serta berbagai pihak untuk bertukar informasi ilmiah mengenai pengembangan potensi pertanian, peternakan, dan
SUMBA - Fakultas Sains dan Teknologi (SATI) Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina Sumba) menggelar Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SATI) V 'Dari Inovasi Teknologi Menuju Agroindustri Berkelanjutan' sebagai agenda akademik tahunan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7/ 2026) di Aula Lantai 3 Unkriswina Sumba ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan tatap muka dan secara daring.
Tema yang diusung kali ini adalah 'Integrasi Teknologi Cerdas dan Bio-Inovasi untuk Mendorong Agroindustri Berkelanjutan'.
Dengan tema tersebut, konferensi nasional SATI V menjadi wadah yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa serta berbagai pihak untuk bertukar informasi ilmiah mengenai pengembangan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan berbasis teknologi.
Pelaksanaan acara secara hybrid memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah ini.
Sebanyak 86 peserta terlibat dalam SATI V yang berasal dari Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Brawijaya, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Riau.
Seminar nasional ini menghadirkan tiga pembicara tingkat nasional dengan latar belakang keilmuan yang beragam, yaitu Dr. Ir. Muhamad Firdaus, M.P. dari Universitas Brawijaya; Radius Tanone, S.Kom., M.Cs., Ph.D. dari Universitas Kristen Wira Wacana Sumba; serta Dr. Ir. Alexander Kaka, S.Pt., M.Si., IPM dari Universitas Kristen Wira Wacana Sumba.
Para narasumber membahas berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mulai dari pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi berbasis bio-teknologi, hingga strategi pengembangan agroindustri yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Ketua Panitia SATI V, Krisman Umbu Henggu, SPi, MSi dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan SATI V merupakan bagian dari upaya Fakultas Sains dan Teknologi Unkriswina Sumba dalam memperkuat budaya akademik dan membangun jejaring kolaborasi ilmiah.
“Melalui pelaksanaan SATI V, Fakultas Sains dan Teknologi Unkriswina Sumba berupaya memperkuat budaya akademik, memperluas jaringan kolaborasi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” ungkap Krisman.
Membuka resmi seminar nasional ini, Rektor Unkriswina Sumba, Dr. Umbu Ho Ara, S.E., M.Si. menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kolaborasi lintas institusi untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu peserta dari Program Studi Agribisnis, Rizky Malo, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan SATI V.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa karena membuka wawasan mengenai perkembangan teknologi dan inovasi dalam dunia pertanian.
"Menurut saya kegiatan ini sangat bagus karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan baru dari para akademisi dan peneliti nasional,” ujar Rizky.
"Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam melihat bagaimana teknologi dapat mendukung pengembangan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan," imbuhnya.
Ia berharap kegiatan SATI dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai ruang pembelajaran, diskusi ilmiah, dan penguatan jejaring antara mahasiswa, akademisi, serta peneliti dari berbagai institusi.
Melalui penyelenggaraan SATI V secara hybrid, Fakultas Sains dan Teknologi Unkriswina Sumba menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses terhadap kegiatan ilmiah sekaligus mendorong kolaborasi nasional dalam pengembangan agroindustri berbasis teknologi yang berkelanjutan. (*)
Apa Reaksi Anda?