Semangat Kurban di Tengah Tantangan Ekonomi, Korpri Kota Mojokerto Himpun 25 Hewan Kurban

Semangat berbagi pada Idul Adha 1447 H di Kota Mojokerto tetap tinggi di tengah tantangan ekonomi. Korpri menghimpun 25 hewan kurban dan Pemkot menggelar doa wukuf bersama.

Mei 27, 2026 - 15:31
Semangat Kurban di Tengah Tantangan Ekonomi, Korpri Kota Mojokerto Himpun 25 Hewan Kurban

MOJOKERTO - Semangat berbagi pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Mojokerto tetap terlihat kuat meski masyarakat masih menghadapi tantangan ekonomi. Tahun ini, Korpri Kota Mojokerto berhasil menghimpun 25 hewan kurban yang terdiri dari 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mojokerto, Rabu (27/5/2026). Hewan kurban tersebut nantinya tidak hanya disalurkan kepada masyarakat umum, tetapi juga diperuntukkan bagi PPPK paruh waktu dan PJLP di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menilai tingginya partisipasi dalam ibadah kurban menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat masih terjaga. Menurutnya, di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, keinginan untuk saling membantu tetap menjadi kekuatan sosial yang penting.

Ia menegaskan Idul Adha bukan hanya tentang pelaksanaan ibadah keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya empati dan solidaritas antarmasyarakat. Kepedulian sosial yang terus tumbuh dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Usai agenda penyerahan hewan kurban Korpri, Ika Puspitasari melanjutkan kegiatan dengan menyerahkan secara simbolis bantuan kemasyarakatan Presiden berupa seekor sapi kurban di Masjid Baitus Shiddiqin, Kelurahan Kedundung. Selanjutnya, ia meninjau penyembelihan hewan kurban di Masjid Siti Aisyah, Kelurahan Surodinawan.

Pada rangkaian kegiatan Idul Adha lainnya, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mojokerto menggelar Takbir Menetap dan Doa Wukuf 1447 H/2026 M di Masjid Darul Amanah Balai Kota Mojokerto.

Kegiatan tersebut menjadi ruang spiritual untuk menyambung doa bersama jamaah haji asal Kota Mojokerto yang tengah menjalankan wukuf di Arafah. Momentum Hari Arafah sendiri dalam Islam dikenal memiliki nilai penting karena diyakini sebagai salah satu waktu yang penuh keberkahan dan ampunan.

Dalam kesempatan tersebut, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa tradisi doa wukuf virtual yang rutin digelar setiap tahun menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kedekatan batin dengan jamaah haji yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Di sisi lain, ia juga menyinggung kondisi pembangunan daerah di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, berkurangnya kegiatan berskala besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya bukan menjadi penghambat, melainkan pendorong untuk melahirkan kreativitas dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa optimisme perlu terus dijaga agar setiap tantangan dapat dihadapi dengan solusi dan kerja nyata. Pemerintah Kota Mojokerto, kata dia, akan terus berupaya mengikhtiarkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan daerah.

Di akhir kegiatan, doa juga dipanjatkan bagi jamaah haji asal Kota Mojokerto agar diberi kesehatan, kelancaran dalam menuntaskan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow