Sanitasi TMMD 128 Probolinggo Capai 60 Persen, Akses MCK Layak Kian Dekat
Program sanitasi TMMD Ke-128 Probolinggo capai 60 persen. Warga Desa Brabe segera nikmati akses MCK layak dan sehat.
PROBOLINGGO - Akses sanitasi layak masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan. Di Desa Brabe, Kecamatan Maron, kondisi itu perlahan berubah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo.
Salah satu indikatornya terlihat dari pembangunan fasilitas MCK milik Halima di Dusun Klagin yang kini telah mencapai progres 60 persen. Proyek ini menjadi bagian dari intervensi langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini belum terpenuhi.
Sebelum pembangunan dimulai, keluarga Halima masih bergantung pada sungai untuk aktivitas mandi, cuci, dan buang air. Selain berisiko terhadap kesehatan, kondisi tersebut juga menyulitkan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan akses.
Kini, struktur utama sanitasi mulai terbentuk. Pondasi, dinding, hingga septic tank telah selesai dibangun. Tahap berikutnya difokuskan pada pemasangan lantai, plesteran, dan instalasi pipa air bersih.
Anggota Satgas TMMD Ke-128, Sertu Yuliono, menegaskan bahwa pembangunan sanitasi menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
“Sanitasi ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang kesehatan keluarga. Kami pastikan pengerjaannya sesuai target agar segera bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Secara data lapangan, penyediaan sanitasi layak berkontribusi pada penurunan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pencernaan. Karena itu, pembangunan fasilitas MCK dalam TMMD menjadi bagian dari strategi peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.
Dukungan cuaca yang cerah serta ketersediaan material turut mempercepat progres pekerjaan. Selain itu, keterlibatan warga dalam setiap tahapan pengerjaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan fasilitas.
Halima, sebagai penerima manfaat, mengaku perubahan ini sangat berarti bagi keluarganya.
“Sekarang kami tidak perlu lagi ke sungai. Semua sudah dekat dan lebih bersih,” tuturnya.
Dengan progres yang terus meningkat, pembangunan sanitasi ini menjadi gambaran bagaimana intervensi sederhana dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat desa. (*)
Apa Reaksi Anda?