Sambut Ribuan Muktamirin, Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Matangkan Fasilitas di Jombang
Panitia lokal Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang merampungkan persiapan akhir, mulai dari fasilitas AC, kelistrikan, hingga pemadatan lahan parkir 3 hektare.
Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, memasuki fase krusial. Kurang dari satu bulan menjelang pembukaan, panitia lokal berfokus menyelesaikan pekerjaan akhir guna memastikan seluruh fasilitas siap digunakan saat ribuan muktamirin tiba di Kota Santri.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menyampaikan bahwa rancangan kawasan (site plan) muktamar telah ditetapkan secara final. Panitia tidak lagi melakukan perubahan desain maupun tata letak lokasi kegiatan dan kini berkonsentrasi pada penyelesaian pengerjaan fisik di lapangan.
Menurut Gus Rozaq, tahap saat ini merupakan masa penyempurnaan berbagai fasilitas pendukung yang akan digunakan selama pelaksanaan muktamar.
"Site plan sudah final. Tidak ada perubahan lagi. Sekarang fokus kami adalah menyelesaikan seluruh pekerjaan agar semua fasilitas siap digunakan tepat waktu," ujar Gus Rozaq, Rabu (29/7/2026).
Fasilitas Penginapan, Listrik, dan Area Lahan Parkir
Peningkatan kenyamanan penginapan peserta menjadi salah satu perhatian utama. Panitia menargetkan pemasangan sekitar 300 unit pendingin ruangan (air conditioner/AC) di sejumlah titik akomodasi muktamirin.
Dari target tersebut, sebanyak 200 unit AC mulai didistribusikan dan dipasang pada pekan ini. Pemenuhan kebutuhan sisanya dilakukan secara bertahap hingga seluruh lokasi penginapan terakomodasi. Langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan peserta, mengingat muktamar berlangsung pada puncak musim kemarau.
Selain akomodasi, pasokan energi listrik turut menjadi fokus utama panitia. Koordinasi intensif dilakukan bersama PLN untuk memastikan ketersediaan daya listrik di seluruh titik kegiatan.
Data kebutuhan daya telah diserahkan berdasarkan pemetaan area penginapan, ruang sidang, hingga fasilitas penunjang lainnya yang beroperasi selama forum berlangsung.
Di sektor infrastruktur, pembenahan kawasan parkir dan bazar terus dipacu. Panitia sedang menyelesaikan pengurukan serta pemadatan lahan seluas tiga hektare yang difungsikan sebagai area parkir kendaraan, pusat bazar, dan expo.
"Pemadatan tahap pertama sudah selesai. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa titik pada tahap kedua," jelas Gus Rozaq.
Relokasi TPS dan Penataan Lingkungan Pembukaan
Selain penataan lahan, panitia melakukan pembenahan lingkungan di sekitar lokasi utama. Tempat Pembuangan Sampah sementara (TPS) di kawasan Lapangan Untung Suropati—lokasi yang dijadwalkan untuk pembukaan muktamar—mulai direlokasi.
Proses pemindahan TPS dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang dan pemerintah desa setempat. Sebelum relokasi, panitia telah melakukan normalisasi sungai di sekitar kawasan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Gus Rozaq menegaskan bahwa seluruh sisa pengerjaan teknis, mulai dari instalasi fasilitas, penataan kawasan, hingga kesiapan penginapan, ditargetkan rampung tepat waktu.
"Kami ingin ketika peserta datang ke Jombang, seluruh kebutuhan mereka sudah tersedia dengan baik. Karena itu seluruh pekerjaan yang tersisa harus selesai sesuai target yang telah ditetapkan," tegasnya.
Untuk diketahui, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama ini diperkirakan dihadiri ribuan peserta resmi dari seluruh Indonesia, serta tamu dan penggembira dari dalam maupun luar negeri. (*)
Apa Reaksi Anda?