Ribuan Hafidz dan Hafidzah Lamongan Dikukuhkan Jadi Aset Strategis Daerah

Pemkab Lamongan mengukuhkan 3.162 hafidz dan hafidzah berpredikat mumtaz di Alun-Alun Lamongan. Bupati Yuhronur Efendi sebut ini investasi SDM jangka panjang.

Juni 17, 2026 - 17:50
Ribuan Hafidz dan Hafidzah Lamongan Dikukuhkan Jadi Aset Strategis Daerah

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kembali mengukuhkan sebanyak 3.162 Hafidz dan Hafidzah berpredikat sangat baik dan mumtaz (sempurna). Pengukuhan yang berlangsung di Alun-Alun Lamongan pada Rabu (17/6/2026) ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul berbasis karakter dan nilai keagamaan.

Sertifikat kelulusan ujian tahfidz diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, kepada para peserta terbaik dari ribuan santri dan pelajar yang mengikuti program Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa keberhasilan mencetak ribuan hafidz dan hafidzah bukan sekadar pencapaian keagamaan. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki ketahanan moral yang kuat.

“Di tengah transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence), serta kompetisi global yang semakin dinamis, daerah yang maju adalah daerah yang mampu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai dan etika,” ujar Pak Yes.

Hafidz Hafidzah Lamongan 2

Menurutnya, Gerakan Qur’ani yang terus berkembang di Lamongan telah menjadi bagian penting dari program prioritas daerah. Program ini sejalan dengan visi pembangunan melalui program 'Lamongan Nyantri' dan 'Perintis' yang berorientasi pada penguatan kualitas SDM.

Pak Yes menilai, pembangunan daerah yang berkelanjutan harus berjalan seimbang antara infrastruktur fisik dan manusia. Keberadaan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dinilai menjadi modal sosial yang berharga bagi kemajuan daerah.

“Lamongan patut bersyukur karena memiliki generasi muda yang terus menumbuhkan budaya belajar, memperkuat karakter, dan menjaga nilai-nilai luhur. Hal ini juga tercermin dari skor Indeks Kesalehan Sosial Lamongan yang mencapai 89,88,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan agar gerakan menghafal Al-Qur’an terus dikembangkan menjadi ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital dan memperkuat budaya literasi.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lamongan, Moh. Nalikan, menjelaskan bahwa Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an merupakan bentuk ikhtiar bersama antara Pemkab Lamongan dan LPTQ.

“Kegiatan pengukuhan tahun 2026 ini merupakan puncak dari rangkaian ujian tahfidz yang dilaksanakan mulai Januari hingga April 2026. Dari total 7.890 peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 6.168 peserta dinyatakan lulus sesuai standar,” ucap Nalikan.

Hafidz Hafidzah Lamongan 3

Dari jumlah kelulusan tersebut, dilakukan seleksi lanjutan untuk menentukan peserta dengan capaian terbaik. Hasilnya, sebanyak 3.162 peserta berhasil meraih kategori sangat baik atau mumtaz, dan 64 peserta di antaranya memperoleh predikat mumtaz istimewa dengan nilai antara 98 hingga 100.

Capaian ini diharapkan menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pesantren, guru, hingga orang tua dalam membentuk generasi yang siap menjadi motor penggerak pembangunan Lamongan di masa depan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow