Rencana Tambah Koridor Trans Jatim di Malang Mandek, Khofifah Akui Masih Hitung Anggaran
Rencana pengembangan atau penambahan koridor layanan Trans Jatim untuk wilayah Malang Raya belum diputuskan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengaku masih menghitung kemampuan anggaran di ten
MALANG - Rencana pengembangan atau penambahan koridor layanan Trans Jatim untuk wilayah Malang Raya belum juga diputuskan. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengaku masih menghitung kemampuan anggaran di tengah banyaknya kebutuhan transportasi publik di daerah lain, termasuk tuntutan buruh agar trayek menuju kawasan industri PIER Pasuruan segera direalisasikan.
Hal itu disampaikan Khofifah saat ditanya terkait perkembangan penambahan koridor Trans Jatim di Malang usai melakukan sidak bahan pokok di Pasar Klojen Malang, Jumat (29/5/2026).
“Baru nanti malam kita mau rapat di Grahadi. Jadi kan ada permintaan buruh itu yang Pasuruan,” ujar Khofifah, Jumat (29/5/2026).
Meski demikian, Khofifah menegaskan kebutuhan transportasi massal di Malang juga menjadi perhatian serius Pemprov Jatim. Bahkan, sebelumnya telah direncanakan ada tiga koridor Trans Jatim yang akan dikembangkan di kawasan Malang Raya.
“Saat saya menerima perwakilan buruh, saya juga menyampaikan bahwa ada kebutuhan strategis di Malang. Sebetulnya direncanakan tiga koridor,” ungkapnya.
Namun, realisasi proyek tersebut disebut tidak bisa dilakukan secara instan. Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan masih harus melakukan berbagai kajian, mulai dari kebutuhan pasar hingga kemampuan pembiayaan daerah.
“Model yang dilakukan Dinas Perhubungan itu nggak ada uang langsung bikin, nggak. Pasti ada proses dialog, selain melihat kebutuhan market,” tegasnya.
Khofifah menjelaskan, dorongan percepatan Trans Jatim ke kawasan PIER muncul saat peringatan May Day 1 Mei lalu. Para buruh meminta akses transportasi publik murah dan terintegrasi menuju kawasan industri tersebut segera diwujudkan.
Menurutnya, skema serupa sebelumnya sudah berhasil diterapkan di kawasan industri Ngoro, Mojokerto. Kehadiran Trans Jatim dinilai membantu mobilitas pekerja dan masyarakat sekitar.
“Ngoro sudah, sekarang minta PIER. Ngitung dulu, nanti malam kita bahas,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala daerah di wilayah Malang Raya berlomba-lomba mengajukan penambahan trayek maupun koridor untuk Trans Jatim.
Saat ini, Trans Jatim di Malang Raya hanya ada satu koridor yang melintasi Kota Malang-Kabupaten Malang menuju wilayah Kota Batu.
Sejumlah pengajuan penambahan trayek dan koridor dilakukan, seperti halnya penambahan trayek yang melintasi kawasan Soekarno-Hatta (Suhat). Kemudian, ada permintaan penambahan trayek menuju sisi selatan Malang Raya, yakni menuju wilayah Kepanjen Kabupaten Malang. (*)
Apa Reaksi Anda?