Enam Kader Memenuhi Syarat Maju di Konferensi PCNU Bondowoso

Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXIV Nahdlatul Ulama (NU) Bondowoso, panitia memastikan seluruh persiapan kegiatan hampir rampung.

Mei 29, 2026 - 14:01
Enam Kader Memenuhi Syarat Maju di Konferensi PCNU Bondowoso

BONDOWOSO - Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXIV Nahdlatul Ulama (NU) Bondowoso, panitia memastikan seluruh persiapan kegiatan hampir rampung. 

Agenda lima tahunan yang menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten itu dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen.

Konfercab diproyeksikan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari seluruh elemen NU di Kabupaten Bondowoso. Peserta terdiri atas perwakilan 249 ranting NU dan 23 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Bondowoso. 

Setiap MWC diwajibkan mengirimkan lima delegasi, mulai unsur Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Sekretaris hingga Bendahara.

Sekretaris Panitia Konfercab NU Bondowoso, Yazid mengatakan, kesiapan panitia saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. 

Menurutnya, seluruh kebutuhan teknis maupun administrasi terus dimatangkan agar pelaksanaan konferensi berjalan lancar. “Persiapan sudah mencapai 95 persen,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, agenda utama Konfercab kali ini adalah memilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso untuk masa khidmat berikutnya.

Untuk pemilihan Rais Syuriyah, mekanisme yang digunakan tetap mengacu pada sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Dalam proses tersebut, masing-masing MWC NU mengusulkan nama calon melalui dokumen tertutup yang diserahkan kepada panitia.

Menurut Yazid, seluruh dokumen usulan itu akan dibuka saat sidang pleno pemilihan dengan pendampingan langsung dari pengurus PBNU.

“Dokumen rahasia tersebut baru akan dibuka saat sidang pleno pemilihan. Prosesnya nanti dipandu langsung oleh pengurus PBNU,” katanya.

Sementara pemilihan Ketua Tanfidziyah dimungkinkan berlangsung melalui dua mekanisme, yakni musyawarah mufakat ataupun voting, tergantung dinamika peserta sidang. Hak suara berada di tangan perwakilan MWC NU.

Yazid menambahkan, syarat pencalonan Ketua Tanfidziyah cukup ketat karena hanya kader yang memiliki sertifikat pengkaderan resmi yang dapat maju sebagai kandidat.

Di Bondowoso, hingga saat ini tercatat ada enam kader yang memenuhi syarat tersebut. Mereka yakni Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si, Dr. KH Mas’ud Ali, M.Pd.I, Dr. H. Saihan, M.Pd.I, Dr. H. Madzkur Damiri, M.Si, Dr. H. Mustajab, M.Pd.I, dan Dr. H. Suharyono.

“Yang lain tidak bisa mencalonkan diri karena terganjal persyaratan itu,” imbuh Yazid.

Meski proses pemilihan mulai menghangat, ia memastikan situasi internal PCNU Bondowoso tetap kondusif. 

Menurutnya, seluruh figur yang masuk bursa calon memiliki hubungan baik dan memahami bahwa jabatan di NU merupakan amanah pengabdian. “Ini kan ladang pengabdian,” tuturnya.

Seiring mendekatnya Konfercab, dinamika dukungan terhadap sejumlah figur mulai terlihat di ruang publik. Salah satu nama yang mulai banyak mendapat sorotan adalah KH Mas’ud Ali yang kini menjabat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bondowoso sekaligus dosen di UIN KHAS Jember.

Sementara nama kandidat lainnya sejauh ini masih ramai diperbincangkan di kalangan internal maupun forum-forum diskusi warga nahdliyin di Bondowoso. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow