Rektor UNIPMA Resmi Dilantik Kembali, Targetkan Akreditasi Unggul 2027

Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd kembali dikukuhkan sebagai Rektor untuk masa jabatan 2026–2030 dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Graha Cendekia, Senin (3/2/2026).

Maret 13, 2026 - 20:00
Rektor UNIPMA Resmi Dilantik Kembali, Targetkan Akreditasi Unggul 2027

MADIUN Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd kembali dikukuhkan sebagai Rektor untuk masa jabatan 2026–2030 dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Graha Cendekia, Senin (3/2/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Ketua PPLP PT PGRI Madiun Dr. Nurhadji Nugraha., S.Pd., M.M., Pengurus PGRI Jawa Timur sekaligus BPLP PGRI Dr. Joko Adi Walujo, S.T., M.M., DBA., serta Ketua BPLP PGRI Prof. Dr. Supardi US, M.M., M.Pd. Acara ini juga dihadiri seluruh sivitas akademika UNIPMA Madiun.

Momentum pelantikan ini menjadi titik penting bagi UNIPMA Madiun untuk memperkuat peran strategisnya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di wilayah Madiun bagian barat. Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Supri Wahyudi Utomo menegaskan fokus pengembangan kampus tidak lagi pada pembangunan dasar, melainkan pada penguatan sistem tata kelola perguruan tinggi.

Ia menempatkan prinsip Good University Governance sebagai landasan utama untuk memastikan keberlanjutan institusi, meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat daya saing kampus di tingkat nasional hingga internasional.

CDN Image

“Tata kelola yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif menjadi kunci utama. Hal ini juga menjadi pijakan kami dalam mewujudkan target besar UNIPMA, yakni meraih Akreditasi Unggul institusi pada 2027,” ujar Supri Wahyudi Utomo.

Optimisme tersebut didukung oleh capaian akademik kampus yang terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, UNIPMA Madiun telah memiliki sembilan program studi dengan status akreditasi unggul. Program tersebut meliputi S2 Pendidikan IPS, S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta sejumlah program sarjana seperti Pendidikan Fisika, Pendidikan PPKn, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, PGSD, dan Pendidikan Matematika.

Selain itu, pada 2026 beberapa program studi lainnya dijadwalkan menjalani asesmen lapangan dengan target menambah jumlah prodi berakreditasi unggul.

Penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas dalam periode kepemimpinan ini. Sepanjang 2025, jumlah dosen bergelar doktor di UNIPMA Madiun meningkat hingga mencapai 100 orang. Saat ini kampus tersebut memiliki empat guru besar dan menargetkan penambahan dua profesor baru pada 2026 sehingga total menjadi enam guru besar.

CDN Image

Menurut Supri, peningkatan kualifikasi akademik dosen akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kampus. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi penelitian agar hasil riset dosen dapat terintegrasi dengan proses pembelajaran.

“Ke depan kami juga mendorong joint research agar penelitian dosen tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga memberi dampak nyata pada pengembangan ilmu dan pembelajaran,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Karena itu, UNIPMA Madiun berkomitmen memperkuat kolaborasi, baik secara internal maupun eksternal.

“Perguruan tinggi harus hadir membantu menyelesaikan persoalan masyarakat dan industri. Modal terbesar kami adalah kekompakan sivitas akademika. Jika internal solid, itu menjadi kekuatan besar untuk membawa UNIPMA Madiun semakin berkembang dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow