Puncak Mudik Bandara Juanda 2026 Diprediksi 18 Maret, 136 Penerbangan Tambahan Disiapkan

Bandara Internasional Juanda memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada 18 Maret. Sebanyak 136 extra flight disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Maret 13, 2026 - 23:30
Puncak Mudik Bandara Juanda 2026 Diprediksi 18 Maret, 136 Penerbangan Tambahan Disiapkan

SIDOARJO Manajemen Bandar Udara Internasional Juanda, Jawa Timur, mulai bersiap menghadapi lonjakan penumpang menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Puncak arus mudik di Bandara Juanda diprediksi akan jatuh pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai 50.888 orang dalam sehari.

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa tren kepadatan penumpang juga akan terlihat signifikan pada masa kepulangan.

"Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+7 atau 29 Maret 2026 dengan jumlah penumpang 51.461 orang," ujar Muhammad Tohir di Sidoarjo, Jumat.

Secara keseluruhan, trafik penumpang pada periode Lebaran tahun ini diperkirakan tumbuh tipis sebesar 0,14 persen dibandingkan tahun 2025. Tohir menilai ada beberapa faktor yang mendorong antusiasme pemudik tahun ini, di antaranya durasi libur yang cukup panjang karena berdekatan dengan libur Nyepi, serta fleksibilitas kerja melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Ratusan Penerbangan Tambahan Disiapkan

Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, sejumlah maskapai telah mengajukan tambahan penerbangan atau extra flight. Hingga 9 Maret 2026, tercatat ada 136 jadwal penerbangan tambahan yang telah masuk ke meja manajemen bandara.

Rincian maskapai yang mengajukan tambahan tersebut meliputi Citilink 76 penerbangan, AirAsia 26 penerbangan, Lion Air 24 penerbangan, Super Air Jet 10 penerbangan

Aktivasi Posko Angkutan Udara 2026

Guna memastikan kelancaran operasional, Bandara Juanda resmi mengoperasikan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 yang terletak di Terminal 1 (T1) dan Terminal 2 (T2). Posko ini akan menjadi pusat komando selama 18 hari ke depan.

"Posko tersebut mulai beroperasi pada hari ini Jumat, hingga 30 Maret 2026 atau selama 18 hari, mencakup periode H-8 hingga H+8 Lebaran," jelas Tohir.

Ia menekankan bahwa keberadaan posko ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penumpang. Selain menjadi pusat pengumpulan data real-time, posko ini juga berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi pemudik.

Dalam pengoperasiannya, pihak bandara bersinergi dengan lintas instansi, mulai dari Satgas Pengamanan TNI AL, Lanudal Juanda, Otoritas Bandara Wilayah III, BMKG, Basarnas, hingga pihak Imigrasi dan Bea Cukai. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem mudik yang tertib, lancar, dan aman bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow