Puluhan Tunanetra Ikuti Program Pemberdayaan Difabel di Vokasi UMB Tasikmalaya
Fakultas Vokasi UMB Tasikmalaya gandeng komunitas Sahabat Difabel gelar program inklusi bagi tunanetra, dorong akses pendidikan, pemberdayaan, dan beasiswa difabel.
TASIKMALAYA Suasana haru dan penuh semangat terlihat di halaman kampus Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya pada Rabu (11/3/2026). Puluhan anak penyandang tunanetra tampak turun dari sebuah mobil yang mengantar mereka ke lingkungan kampus.
Satu per satu anak berkebutuhan khusus tersebut dibimbing oleh puluhan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Vokasi UMB menuju ruang perpustakaan kampus.
Dengan penuh kesabaran, para mahasiswa menggandeng tangan para difabel netra tersebut, memastikan mereka dapat berjalan dengan aman hingga memasuki ruangan kegiatan.
Sejumlah penyandang tunanetra dari Majelis Taklim Al Hikmah saat mengikuti Pemberdayaan Difabel Fakultas Vokasi Kampus UMB Tasikmalaya Rabu (11/3/2026). (FOTI: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial yang digagas oleh Fakultas Vokasi UMB Tasikmalaya sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
Program ini dilaksanakan dengan menggandeng komunitas difabel sebagai mitra kolaborasi, yakni komunitas Sahabat Difabel dari Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah.
Rektor Universitas Mayasari Bakti, Dr. Yusuf Abdullah, S.E., M.M, didampingi Wakil Rektor Dr. Pupun Saepulrohman, S.EI., M.E.Sy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab bukan hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga hadir secara aktif di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Fakultas Vokasi UMB dalam mendukung lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah difabel, serta memberikan ruang yang setara bagi semua lapisan masyarakat untuk berkembang,” ujar Yusuf Abdullah.
Lebih jauh, pihak kampus juga menyiapkan berbagai program beasiswa khusus bagi penyandang disabilitas yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Kita dorong program inklusi. Banyak beasiswa yang disiapkan oleh UMB apabila teman-teman difabel berminat untuk kuliah di UMB Tasikmalaya,” ungkapnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya Kota Tasikmalaya sebagai kota yang lebih inklusif, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi UMB Atep Firmansyah, S.E.I., M.M menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Vokasi UMB dengan komunitas Sahabat Difabel yang berada di bawah naungan Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah.
Kerja sama tersebut bertujuan menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, baik dalam bidang pendidikan, pelatihan keterampilan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas sosial dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas,” jelasnya.
Menurut Atep, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan nonformal bagi difabel serta memperkuat kapasitas komunitas mereka agar dapat berperan aktif di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai agenda pemberdayaan difabel turut dilaksanakan. Mulai dari sesi motivasi, pelatihan keterampilan dasar, hingga diskusi interaktif mengenai peluang pengembangan potensi bagi penyandang disabilitas.
Program tersebut bertujuan memberikan semangat dan motivasi kepada para difabel agar lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan diri.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi para penyandang disabilitas untuk mencapai kemandirian, baik secara ekonomi maupun sosial.
“Program pemberdayaan ini diharapkan mampu mendorong para difabel untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Atep.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi komunitas difabel, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sosial bagi mahasiswa Fakultas Vokasi UMB.
Salah satu mahasiswa semester dua UMB, Haifa (19), mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kesetaraan dan penghormatan terhadap hak penyandang disabilitas.
“Interaksi langsung dengan teman-teman difabel menjadi pembelajaran sosial yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar bahwa setiap orang memiliki potensi dan hak yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga didorong untuk menumbuhkan empati serta kepedulian sosial terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Universitas Mayasari Bakti dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih inklusif.
Ke depan, kampus diharapkan dapat menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.
Dengan adanya program-program pemberdayaan seperti ini, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Sesepuh Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah, Mamat Rahmat, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada civitas akademika UMB Tasikmalaya yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada para penyandang disabilitas.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para difabel sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk berinteraksi lebih luas dengan masyarakat.
Sejalan dengan Program Pemerintah
Program yang dilaksanakan oleh Fakultas Vokasi UMB ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Pemerintah saat ini terus berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, agar dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai sektor kehidupan.
Peran dunia pendidikan dinilai sangat penting dalam memperluas akses, meningkatkan kapasitas, serta membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.
Harapan Keberlanjutan Program
Fakultas Vokasi UMB berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu agenda saja.
Ke depan, kampus berencana mengembangkan berbagai program lanjutan yang berfokus pada pemberdayaan difabel.
Beberapa program yang direncanakan di antaranya pelatihan kewirausahaan bagi difabel, peningkatan literasi digital, hingga pendampingan komunitas untuk memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Dengan adanya keberlanjutan program tersebut, sinergi antara kampus dan komunitas difabel diharapkan semakin kuat dan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Di akhir kegiatan, panitia juga membagikan paket sembako kepada para penyandang disabilitas serta keluarga mereka.
Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama Fakultas Vokasi UMB dengan lembaga sosial Baitul Maal Mahabbatulloh Tasikmalaya.
Pembagian sembako tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap para penyandang disabilitas agar tetap semangat menjalani kehidupan.
Kegiatan sosial ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan komunitas sosial dapat menghadirkan perubahan positif dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan. (*)
Apa Reaksi Anda?