Prof Mohammad Bisri di Pengajian UWG Malang “Meneladani Rasulullah sebagai Pemimpin Perubahan untuk Membangun Peradaban dan Menjaga Bumi”
Semangat membangun perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam menggema dalam Pengajian Jumat Pagi Rahmatan Lil ‘Alamin
MALANG - Semangat membangun perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam menggema dalam Pengajian Jumat Pagi Rahmatan Lil ‘Alamin yang diselenggarakan keluarga besar Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia (YPPI) Widya Gama Malang di Masjid Al Farabi Kampus 3 Universitas Widya Gama (UWG) Malang, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan rutin bulanan yang digagas Unit P3AI UWG Malang tersebut dihadiri seluruh unsur keluarga besar YPPI Widya Gama Malang, mulai dari dosen, karyawan, guru, hingga staf UWG Malang, STIKES Widya Gama Husada, SMA Widya Gama, dan SMK Widya Gama Malang.
Mengusung tema “Muhammad Rasulullah SAW: Pemimpin Perubahan, Menggapai Sukses Dunia dan Akhirat”, pengajian menghadirkan tokoh akademisi nasional sekaligus mantan Rektor Universitas Brawijaya periode 2014–2018, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Bisri, M.S., IPU.
Dalam tausiyahnya, Prof. Bisri menegaskan bahwa misi utama manusia di bumi adalah sebagai khalifah, yakni pemimpin yang bertugas menjaga, mengelola, dan merawat bumi sesuai amanah Allah SWT.
Beliau mengawali kajiannya dengan mengutip dialog Allah SWT dengan para malaikat dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. “Tugas manusia bukan merusak bumi, tetapi menjaga, mengurus, dan merawatnya. Karena itu manusia membutuhkan pemimpin dan teladan yang mampu membawa perubahan menuju kebaikan,” ujar Prof. Bisri di hadapan jamaah.
Menurutnya, sosok teladan tersebut adalah Nabi Muhammad SAW, yang diutus Allah SWT untuk mengeluarkan umat manusia dari zaman kegelapan (jahiliyah) menuju peradaban yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan kemanusiaan.
Beliau menegaskan bahwa misi perubahan Rasulullah SAW selaras dengan firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 107: “Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”
Ayat tersebut, menurut Prof. Bisri, menjadi fondasi bahwa kepemimpinan Rasulullah adalah kepemimpinan yang menghadirkan manfaat, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh makhluk.
Ilmu sebagai Kunci Sukses Dunia dan Akhirat
Dalam ceramahnya, Prof. Bisri juga menekankan pentingnya ilmu sebagai jalan menuju keberhasilan hidup.
Beliau mengutip maqolah Imam Syafi’i yang sangat terkenal: “Barangsiapa menginginkan dunia maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat maka hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya maka hendaklah ia menguasai ilmu.”
Namun demikian, ilmu tidak boleh berhenti pada tataran pengetahuan. Ilmu harus diwujudkan dalam tindakan nyata sebagaimana peringatan Allah SWT dalam Surah Ash-Shaff ayat 2–3 tentang larangan mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan.
“Ilmu harus diamalkan. Perubahan tidak lahir dari wacana semata, tetapi dari tindakan nyata yang didasarkan pada ilmu dan keikhlasan,” tegasnya.
Perubahan Dimulai dari Niat yang Ikhlas
Prof. Bisri membagikan pengalaman hidupnya ketika mengelola lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang sebelumnya kurang berkembang hingga akhirnya mampu tumbuh menjadi lebih baik.
Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari niat yang tulus karena Allah SWT, kemudian diperkuat dengan ilmu, kerja keras, dan konsistensi. “Jika hari ini kita baik, maka esok harus lebih baik lagi. Itulah hakikat perubahan,” ungkapnya.
Beliau menekankan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat ibadah akan memperoleh kemudahan dari Allah SWT.
Merawat Bumi adalah Ibadah
Dalam perspektif Islam, Prof. Bisri menjelaskan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual yang tata caranya telah ditentukan (ibadah mahdhah), tetapi juga mencakup aktivitas keseharian yang bernilai kemaslahatan (ibadah ghairu mahdhah).
Bekerja, menuntut ilmu, mengabdi kepada masyarakat, hingga menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan dan krisis ekologi yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Merawat bumi adalah bagian dari amanah kekhalifahan manusia. Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjalankan ibadah,” jelasnya.
Empat Pilar Islam Menurut Imam Ghazali
Menutup tausiyahnya, Prof. Bisri mengingatkan pentingnya mengamalkan empat pilar dasar ajaran Islam sebagaimana dirumuskan Imam Ghazali, yaitu:
- Tauhid
- Iman
- Syariat
- Adab
Keempat unsur tersebut harus berjalan beriringan agar melahirkan pribadi muslim yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Penguatan Karakter Civitas Akademika Widya Gama
Pengajian Jumat Pagi Rahmatan Lil ‘Alamin ini menjadi bagian dari komitmen YPPI Widya Gama Malang dalam memperkuat karakter spiritual, moral, dan intelektual seluruh civitas akademika.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Widya Gama diajak meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai figur perubahan yang mengedepankan ilmu, keikhlasan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengabdian kepada umat.
Acara ditutup dengan ajakan untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui ilmu dan amal saleh, sebagaimana janji Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 25 bahwa bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh telah disediakan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Pesan utama pengajian ini sederhana namun kuat: perubahan dimulai dari niat yang ikhlas, diperkuat dengan ilmu, diwujudkan dalam amal, dan diarahkan untuk menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. (*)
Apa Reaksi Anda?